Harganya Tembus Rp 150 Juta, Waktunya Investasi di Bitcoin?

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
08 May 2020 13:14
FILE PHOTO - A small toy figure is seen on representations of the Bitcoin virtual currency in this illustration picture, December 26, 2017. REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga Bitcoin menguat tajam pada perdagangan hari ini (8/5/2020). Bahkan harga Bitcoin sempat tembus US$10.000 per koin atau setara Rp 150 juta. Inikah waktu yang tepat untuk mengkoleksi Bitcoin?

Melansir Coindesk, pukul 12.50 WIB harga Bitcoin berada dilevel 9.918,14 per koin atau meningkatkan 6,4%. Kenaikan harga Bitcoin ini karena ada rencana halving pada 12 Mei 2020.

Halving adalah proses pemrograman kembali Bitcoin yang memangkas pendapatan yang didapatkan penambang dari proses mengurai algoritma matematika guna menghasilkan Bitcoin. Saat ini penambang mendapatkan imbalan 12,5 BTC per blok yang ditambang pada Mei nanti akan turun menjadi 6,25 BTC per Blok.


Proses halving ini dilakukan empat tahun sekali dan sudah dituliskan dalam kode yang mendasari Bitcoin. Tujuan untuk menjaga inflasi. Proses ini akan mengurangi pasokan Bitcoin yang masuk ke pasar sehingga harga bisa terdongkrak.

"Dengan berkurangnya separuh bitcoin, kami percaya pullback jangka pendek sangat mungkin segera terjadi, karena para pedagang mulai mengambil untung," kata Lennard Neo, Head Research Stack, Perusahaan pemantau Bitcoin yang berbasis di Singapura, seperti dilansir dari Forbes, Jumat (8/5/2020).

"Dalam jangka panjang kita mengharapkan terjadi apresiasi harga Bitcoin yang signifikan menjelang akhir 2020 dan awal 2021," kata Neo, menambahkan "kondisi ekonomi sekarang ini bisa membuat harga Bitcoin lebih cepat naik."

Pasar saham global telah mengalami tekanan panik jual sejak virus corona menginfeksi hampir semua negara. Sekarang para pelaku pasar juga sedang khawatir cara menangani corona dan rencana pelonggaran lockdown yang bisa membuat penyebaran virus kembali meningkat sebab vaksin belum ditemukan.

Head Fund Tyr Capital Ed Hindi memperkirakan halving merupakan aktivitas yang sudah dirumuskan dari lama dan banyak investor sudah mengambil posisi sehingga bisa cara halving 2020 jadi antiklimaks bagi banyak investor.

Ia pun memperkirakan halving ini akan membuat pasar Bitcoin turun 25%-35% dari puncaknya yang secara bertahap diikuti dengan naikkan kembali harga.

"Proyeksi jangka panjang Bitcoin sangat bullish dengan target US$100.000 hingga US$125.000 dalam beberapa tahun ke depan," jelasnya.

Patut dicatat Bitcoin merupakan investasi dengan volatilitas harga yang tinggi. Sebagian besar kenaikan atau penurunan harga sangat ditentukan supply dan demand. Seorang trader bisa kaya dalam semalam dan bisa juga rugi dalam semalam.

[Gambas:Video CNBC]




Artikel Selanjutnya

Virus Corona Merebak, Harga Bitcoin Naik Tembus Rp 145 Juta


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading