Pelatihan Kartu Prakerja Banyak Dihujat, Ini Kata Pemerintah

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
23 April 2020 13:32
Kartu Prakerja
Jakarta, CNBC Indonesia - Pelatihan yang diberikan Kartu Prakerja melalui 8 mitra platform digital terus mendapat sorotan. Meski begitu pemerintah menyebut pelatihan yang diberikan harusnya lebih kompeten.

Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian, Yulius, menyatakan bahwa lembaga pelatihan yang menawarkan pelatihan yang jelek pada platform digital tertentu kemungkinan bisa dihapus.


"Iya [ke hapus]. Sama seperti kita taruh makanan di GoFood. Kalau ga enak ya ga milih. Ini mekanisme pasar. Kalau pelatihan tidak sesuai dengan masyarakat dan tidak dibutuhkan dan pelatihan tidak baik, ya akhirnya risiko sendiri," jelas Yulius pada video conference, (23/4/2020).


Lebih lanjut mengenai kritikan pada tawaran pelatihan berbayar di mitra platform digital yang dapat ditemukan juga di platform lain, misalnya Youtube. Yulis menyatakan kalau pelatihan yang ada di Kartu Prakerja seharusnya lebih kompeten.

Alasannnya, pelatihan yang ada di Kartu Prakerja sudah melewati tahapan penyaringan. "Untuk Prakerja, pelatihan ini sudah screening oleh platform, jadi tidak bisa juga lembaga pelatihan yang gampang bisa masuk. Tapi screening dengan baik," pungkasnya.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky menambahkan kalau ia percaya bahwa peserta dapat dengan rasional memilih pelatihan yang diperlukan oleh masing-masing individu dan pemerintah menyerahkan semua pelihak kepada peserta.

Selain itu jika lembaga pelatihan mendapat ulasan yang tidak bagus karena harganya kemahalan dan lain sebagainya. Pemerintah bisa mengevaluasi hal tersebut.

"Lebih baik berikan pilihan ke masyarakat maunya apa, biarkan mereka tentukan. pasar bekerja, yang tidak laku akan hilang sendirinya," ujar Panji.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

8 Startup Digital Bisa Untung Rp 3,7 T dari Kartu Prakerja?


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading