Kocak, Banyak Orang Tertipu Saat Mau Investasi di Saham Zoom

Tech - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
23 April 2020 18:50
Zoom CEO Eric Yuan attends the opening bell at Nasdaq as his company holds its IPO, Thursday, April 18, 2019, in New York. The videoconferencing company is headquartered in San Jose, Calif. (AP Photo/Mark Lennihan)
Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak investor yang tidak bisa membedakan antara Zoom Video Communications (ZM) dengan Zoom Technologies (ZOOM). Hal ini berakibat pada melesatnya harga saham kedua emiten teknologi tersebut di saat pandemi virus corona (COVID-19) terjadi.

Ada satu kisah jenaka yang cukup menghibur saat setiap orang jenuh terkurung di dalam rumah akibat pandemi COVID-19. Jadi begini, ada dua perusahaan yang memiliki nama sama yakni Zoom Video Communications dan Zoom Technologies.

Kesamaan lainnya adalah keduanya merupakan perusahaan publik dan sahamnya diperdagangkan di bursa saham AS. ZM adalah perusahaan rintisan berbasis di AS yang menyediakan platform video konferensi. Sementara ZOOM adalah perusahaan yang menjual perangkat elektronik untuk produk-produk handphone.


Jelas keduanya adalah perusahaan yang berbeda, yang satu menjual jasa dan yang lainnya menjual jasa. Namun karena namanya sama, hal ini membuat investor jadi bingung dan tidak dapat membedakan satu sama lainnya.

Saat pandemi COVID-19 merebak di seluruh penjuru dunia dan menyebabkan miliaran orang bekerja secara remote alias work from home, banyak yang menggunakan jasa video konferensi milik ZM. Hal ini membuat saham ZM melesat signifikan hingga lebih dari 100%.

Lucunya, kenaikan harga saham ZM juga diikuti oleh harga saham ZOOM. Bahkan harga saham ZOOM sempat melesat jauh lebih tinggi dan berkali-kali lipat dari saham ZM yang menyediakan jasa video konferensi itu, hanya karena ticker-nya ZOOM.

Pada 20 Maret lalu harga saham ZOOM melesat hingga 600% lebih ketika harga saham ZM hanya naik 110% saja. Namun setelah menyadari ZM dan ZOOM adalah perusahaan yang berbeda harga saham ZOOM pun terpelanting.



Kebingungan ini akhirnya membuat Security Exchange Commission (SEC) memutuskan untuk menangguhkan perdagangan (suspend) harga saham ZOOM hingga 9 April. Menurut SEC ZOOM sudah tidak pernah merilis kinerja keuangan perusahaannya sejak 2015.

"Komisi untuk sementara menangguhkan perdagangan saham ZOOM karena kekhawatiran tentang kecukupan dan keakuratan informasi yang tersedia untuk publik tentang ZOOM, termasuk kondisi keuangan dan operasionalnya, jika ada, mengingat tidak adanya rilis informasi oleh perusahaan sejak 2015.

Komisi juga menangguhkan perdagangan ZOOM karena investor bingung membedakan emiten ini dengan emiten lain yang bernama sama di NASDAQ yang bergerak dalam menyediakan layanan komunikasi dan harga sahamnya melonjak selama pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, "kata SEC dalam sebuah pernyataan.

Kisah lucu ini sebenarnya pernah terjadi sebelumnya di tahun lalu. Pada April 2019 ZM resmi melantai di bursa dan harganya melonjak. Lonjakan harga saham ZM juga diikuti oleh kenaikan harga saham ZOOM.

Sungguh lucu ya, sampai bingung begitu. Nah di sini ada pelajaran penting bagi investor terutama investor ritel yang baru mencicipi dunia pasar modal. Jangan lupa untuk mencari tahu informasi tentang suatu perusahaan terlebih dahulu sebelum membeli sahamnya. Jangan sampai tertipu ya..... hehehehe.

TIM RISET CNBC INDONESIA



(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading