Pak Menhub, Kondisi Lagi Susah Kok Tarif Grab-Gojek Cs Naik?

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
10 March 2020 15:01
Pak Menhub, Kondisi Lagi Susah Kok Tarif Grab-Gojek Cs Naik?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk menaikkan tarif ojek online seperti Grab dan Gojek. Kenaikan ini berlaku pada wilayah Jabodetabek.

Untuk tarif batas bawah yang sebelumnya Rp 2.000/km akan naik menjadi Rp 2.250/km atau naik Rp 250/km. Untuk tarif batas atas naik dari Rp 2.500/km menjadi Rp 2.650/km. Artinya kenaikan Rp 150/km.

Adapun tarif flat untuk 4 km pertama juga naik dari Rp 8.000 hingga Rp 10.000 menjadi Rp 9.000 hingga Rp 10.500. Aturan ini berlaku sejak 16 Maret 2020.


Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi mengatakan kenaikan ini berdasarkan survei yang dilakukan pada 1.860 responden di mana respoden tersebut menyatakan tidak merasa keberatan dengan kenaikan tarif ojol Grab, Gojek dan teman-temannya.


"Didapatkan kenaikan angka Rp 225 rupiah per Km lewat lima skema tarif yang ditawarkan dari Rp 100 hingga Rp 500. Setelah dimasukkan ke dalam model menjadi Rp 225/km per Jabodetabek. Untuk respons tarif bawah," ujar Budi Setiadi di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Kenaikan tarif ojek online ini dirasakan kurang tepat. Pasalnya, kondisi ekonomi Indonesia tidak dalam kondisi bagus. Salah satunya kondisi ekonomi Indonesia hampir meriang karena virus corona.

Hal yang sudah terasa di sektor pariwisata di mana banyak turis yang memutuskan untuk membatalkan perjalanannya ke Indonesia. Bila virus corona berlanjut maka bisa berpengaruh pada ekonomi. Pasalnya, Indonesia sangat tergantung pada pasokan bahan baku dari China. Saat ini warga China sedang enggan bekerja karena takut virus corona.

Untuk mengantisipasi dampak corona, pemerintah pun meluncurkan stimulus senilai Rp 10 triliun. Dana ini disalurkan lewat sejumlah kebijakan seperti kartu prakerja, meningkatkan dana PKH, insentif perumahan hingga pariwisata.

Di sisi lain, salah satu alasan permintaan kenaikan tarif ojek online adalah iuran BPJS Kesehatan sudah dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Pembatalan dilakukan sejak 28 Februari 2020.

Dengan dibatalkan kenaikan ini maka iuran BPJS Kesehatan kembali ke iuran awal, yakni: Kelas 3 sebesar Rp 25.500/bulan, Kelas 2 Rp 51.000/bulan, dan Kelas 1 Rp 80.000/bulan.

Menurut Peneliti INDEF, Bhima Yudistira, soal kenaikan tarif ojol harus dicarikan titik keseimbangan antara keberlanjutan perusahaan startup yang sebelumnya andalkan bakar uang dengan kesejahteraan driver ojol dan sisi daya beli konsumen.

"Melihat tiga titik keseimbangan itu tarif ojol saat ini memang terbilang terjangkau khususnya bagi kelas menengah perkotaan. Artinya tergantung kenaikan riil-nya berapa rupiah per km. Jika bertahap tentu tidak akan menggerus daya beli konsumen," ujar Bhima kepada CNBC Indonesia, Selasa (10/3/2020).

[Gambas:Video CNBC]

(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading