Samsung Bikin Pusat Riset Rp 3 T di Vietnam, kok Bukan di RI?

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
03 March 2020 09:16
Samsung Electronics, mulai membangun pusat riset dan pengembangan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen elektronik asal Korea Selatan, Samsung Electronics, mulai membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) di Vietnam. Angka investasinya mencapai US$ 220 juta atau sekitar Rp 3 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

Menurut pemerintah Vietnam, seperti dilansir dari Reuters, Senin (2/3/2020), konstruksi pusat riset ini akan selesai dibangun pada 2022 di Hanoi. Akan ada 2.200 sampai 3.000 tenaga kerja yang diserap untuk proyek ini.

Upacara peletakan batu pertama sebetulnya dijadwalkan pada Sabtu lalu (29/2), tapi kemudian dibatalkan karena wabah virus corona yang menyebabkan pembatasan perjalanan ke Korea Selatan.


Seorang juru bicara Samsung Electronics mengkonfirmasi pembatalan tersebut, tetapi tidak memberikan rincian lainnya.

"Pusat riset di Vietnam ini direncanakan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dan akan meningkatkan kemampuan penelitian perusahaan di bidang-bidang seperti kecerdasan buatan, internet, hal-hal besar, dan 5G," kata juru bicara tersebut.


Pemerintah Vietnam sebelumnya pada hari Senin, (1/3/2020), mengumumkan dimulainya pembangunan pusat R&D itu.

Menurut data bea cukai pemerintah Vietnam, ekspor ponsel pintar (smartphone) dan suku cadang di sana, sebagian besar diproduksi oleh Samsung Electronics, naik 4,4% tahun lalu menjadi US$ 51,38 miliar atau Rp 719 triliun.

Samsung juga diketahui merupakan investor asing terbesar yang berinvestasi di Vietnam. Menurut pemerintah Vietnam, nilai investasi Samsung di negara tersebut sudah mencapai US$ 17 miliar atau sekitar Rp 238 triliun.

Raksasa teknologi Korea Selatan ini bermarkas di Suwon dan tercatat di Bursa Korea Exchange.


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading