Top! Ridwan Kamil Mau Bikin Aplikasi Kesehatan Mirip Halodoc

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
21 January 2020 16:17
Tak lama lagi masyarakat Jabar akan bisa konsultasi kesehatan melalui ponsel. Pasalnya, Pemprov Jabar sedang mengembangkan aplikasi layanan kesehatan
Jakarta, CNBC Indonesia - Tak lama lagi masyarakat Jawa Barat akan bisa konsultasi kesehatan melalui ponsel. Pasalnya, pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang mengembangkan aplikasi layanan kesehatan.

Aplikasi ini akan diberi nama ADA. Bentuknya seperti aplikasi Halodoc dan aplikasi kesehatan lainnya tetapi menggunakan bahasa daerah.


"Kita akan testing 4.0 untuk kesehatan, yaitu aplikasi tanya-jawab bagi orang yang sakit. Namanya ADA," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, seperti dikutip dari situs resmi Pemprov Jabar, Selasa (21/1/2020).


Menurut pria yang biasa disapa Kang Emil ini, aplikasi tersebut masih dalam tahap penyempurnaan, khususnya mengonversikan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.

"Dan ke depannya kita konversi juga ke bahasa Sunda karena orang sakit di kampung kadang-kadang susah bercerita dalam bahasa Indonesia," ucapnya.

"Misalkan, dalam aplikasi ADA ini warga bertanya keluhan kesehatannya, kemudian aplikasinya menjawab, apa yang anda rasakan, sakit kepala, nanti aplikasinya nanya lagi kiri atau kanan, terus sampai akhirnya aplikasi ini akan menjawab sakitnya apa dan obat yang disarankan," tambahnya.

Emil berharap, konsep yang sudah diterapkan di sejumlah negara maju tersebut akan memudahkan masyarakat dalam menerima layanan kesehatan. Dia pun menyatakan, itu merupakan salah satu inovasi Pemda Provinsi Jabar dalam melayani masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

"Sampai suatu hari konsep yang sudah ada di negara maju ini membuat orang tidak perlu harus ke dokter karena seringkali kekurangan pengetahuan dasar membuat kita dikit-dikit ke dokter," katanya.

"Inilah inovasi Jabar menggunakan kemajuan teknologi hari ini untuk melayani masyarakat supaya kita hidup lebih baik dari sisi kesehatan."

"Saya kira ini akan mengurangi beban BPJS kesehatan yang selama ini jebol dan menjadi masalah sampai harus dinaikkan anggarannya karena setelah diamati sedikit-sedikit ke RS akhirnya antreannya banyak," imbuhnya.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading