Ada Aturan Baru, 80.000 Driver Taksi Online Setop Narik?

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
07 October 2019 18:45
Ada Aturan Baru, 80.000 Driver Taksi Online Setop Narik? Foto: Taksi online (CNBC Indonesia)
Jakarta, CNBC Indonesia - Para driver taksi online di Malaysia sedang gusar. Pasalnya, mereka harus memenuhi dua persyaratan tambahan agar bisa beroperasi. Kedua persyaratan tersebut harus dipenuhi Sabtu pekan ini (12/10/2019).

President Asosiasi driver online Malaysia Daryl Chong mengatakan dalam pertemuan antara Land Public Transport Agency, Road Transport Department (JPJ), dan operator taksi online pada Jumat pekan lalu disebutkan driver harus memiliki izin fisik kendaraan transportasi online (EVP) dan mengkonversi kategori kendaraan mereka dari kendaraan pribadi menjadi kendaraan pribadi taksi online (AH).


Namun bagi driver yang sudah mendapatkan lisensi Public Service Vehicle (PSV) masih dapat beroperasi meski belum merubah kategori kendaraan. Padahal pada Mei lalu, Menteri Transportasi Malaysia berjanji bahwa driver tidak perlu mengkonversi kategori kendaraannya dari individu menjadi kendaraan pribadi taksi online.


"Kami berharap pemerintah setidaknya dapat memberikan masa tenggang satu bulan untuk memenuhi persyaratan baru ini," ujarnya seperti dikutip dari The Star Online, Senin (7/10/2019), sambil menjelaskan banyak driver taksi online yang belum mendapatkan salinan fisik dari EVP.

Operator taksi online tidak akan memiliki masalah dalam mencetak EVP untuk driver mereka tetapi driver akan memiliki masalah mengambil EVP dari perusahaan masing-masing karena pemberitahuan dadakan ini.

Grab Holdings hanya meluncurkan EVP elektronik melalui aplikasi pengemudi sementara operator lain menggunakan salinan elektronik dan fisik.

Adapun konversi ke kendaraan pribadi menjadi kendaraan pribadi taksi online, Daryl Chong menambahkan driver harus melalui proses pengisian formulir dan mengirimkannya ke JPJ. "Ini adalah prosedur lain yang memakan waktu, dengan kurang dari lima hari untuk melakukannya," katanya.

Sabtu ini adalah tenggat waktu yang ditetapkan oleh pemerintah Malaysia untuk mematuhi semua peraturan taksi online. Asosiasi memprediksi 30% driver taksi akan berhenti. Ada 117.000 driver di Malaysia, kemungkinan 80.000 driver yang tertahan.

"Kami berharap semua 117.000 pembalap akan mulai beroperasi pada Januari 2020," katanya.



(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading