Harga Emas Terus Cetak Rekor Baru, Bitcoin Malah Nyungsep

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
15 August 2019 10:07
Harga Emas Terus Cetak Rekor Baru, Bitcoin Malah Nyungsep Foto: Bitcoin (REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNBC Indonesia - Merebaknya isu resesi ekonomi global menjadi sentimen kenaikan harga emas dunia. Namun sentimen ini ternyata tidak berpengaruh pada harga Bitcoin yang dijuluki emas digital.

Pada perdagangan hari Kamis (15/9/2019) pukul 09:00 WIB, harga emas kontrak pengiriman Desember di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) menguat 0,29% ke level US$ 1.532,2/troy ounce (Rp 689.736/gram).


Pada posisi tersebut, harga emas merupakan yang tertinggi sejak April 2013 atau enam tahun lalu.


Ketakutan investor akan kondisi perekonomian global kembali mencuat setelah melihat data imbal hasil (yield) dari obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Pada dini hari tadi, yield obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun ada di level 1,974%. Sementara yang bertenor 10 tahun sebesar 1,5826%. Dari data tersebut terlihat bahwa yield obligasi jangka pendek (2 tahun) lebih tinggi ketimbang jangka panjang (10 tahun), atau biasa disebut dengan inversi.

Reli kenaikan harga emas berbanding terbalik dengan harga Bitcoin. Mengutip Coindesk, dalam seminggu terakhir harga Bitcoin malah dalam tren menurun.

Hari ini (15/8/2019) pukul 10.00 WIB, harga Bitcoin di kisaran US$10.043,19 per koin atau setara Rp 140,6 juta. Dalam 24 jam terakhir harga Bitcoin sudah jatuh 5,72%. Artinya, investor sudah mencatatkan kerugian US$ 609,89 atau setara Rp 8,54 juta.

Fakta ini menunjukkan Bitcoin belum bisa disebut sebagai emas digital. Pasalnya, Bitcoin belum dijadikan aset save haven ketika banyak investor memilih menghindari aset-aset berisiko.

Simak video tentang uang digital di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading