Ini Penjelasan Kenapa WhatsApp Mudah Dikloning & Dibajak

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
19 July 2019 15:05
Ini Penjelasan Kenapa WhatsApp Mudah Dikloning & Dibajak
Jakarta, CNBC Indonesia - WhatsApp melakukan update berkala untuk menutup berbagai celah keamanan. WhatsApp juga punya enkripsi end-to-end. Namun ini tidak menjamin WhatsApp bisa bebas dari aksi para pelaku jahat.

Buktinya, aksi kloning dan penyadapan dan pembajakan akun WhatsApp masih marak terjadi. Bahkan beredar luas di dunia maya software dan tips cara membobol WhatsApp.

Terungkap! Ini Penyebab WhatsApp Mudah Dikloning & DibajakFoto: Fitur enkripsi end-to-end Whatsapp (REUTERS/Phil Noble/File Photo)

Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi dan Forensik Digital BSSN Bondan Widiawan mengatakan platform media sosial merupakan open system interconnection yang bersifat terbuka karena desain dari internet yang memungkinkannya. Hal ini memungkinkan aplikasi berjalan di atasnya, salah satunya Whatsapp yang menggunakan enkripsi end-to-end.


"Namun disana kita lihat saat ini banyak aplikasi resmi yang bukan dari Whatsapp. Misalnya Whatsapp emoji, itu semua diproduksi oleh pihak ketiga. Ini yang kemudian menimbulkan banyak kerawanan," katanya berbincang dengan CNBC Indonesia TV, Jumat (19/07/2019).


Media sosial berada di open system interconnection yang terdiri dari tujuh layer fisik hingga aplikasi. Dengan begitu semuanya terhubung di seluruh dunia menjadi persatuan komunikasi. Terbukanya platform ini banyak aplikasi yang diproduksi dalam bentuk percakapan atau video banyak digunakan sekarang dan bersifat real time.

"Ini memungkinkan kita untuk berinteraksi satu tempat dengan yang lain, jarak sudah tidak menjadi isu. Pergantian waktu antara Amerika Serikat dan Indonesia di dunia cyber sudah tidak relevan lagi, karena bisa komunikasi realtime," katanya.

Simak video Badan Siber bicara soal aksi pembobolan dan pencurian data pengguna di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading