BI Luncurkan 3 Program Andalan ISEF 2026: Ada Beasiswa!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
14 October 2026 21:20
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menjalani Uji Kelayakan atau Fit and Proper Test di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menjalani Uji Kelayakan atau Fit and Proper Test di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia meluncurkan tiga program unggulan dalam Indonesia Sharia Economic Festival atau ISEF 2026 yang menyasar penguatan pasar keuangan syariah, tata kelola zakat, dan pengembangan sumber daya manusia.

Program pertama, Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), yaitu pedoman transaksi pasar keuangan syariah yang disusun oleh Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO), serta IIGMA bersama Bank Indonesia dan OJK untuk memperkuat integritas dan efisiensi pasar.

"Ini adalah pedoman perilaku transaksi pasar keuangan syariah, yang diterbitkan oleh APUVINDO. Jadi kita bekerjasama dengan asosiasi dan juga oleh IIGMA dan ini disusun bersama dengan Bank Indonesia dan tentunya dengan OJK juga, serta disempurnakan pada tahun 2026," ungkap Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti pada pembukaan ISEF 2026.

Program kedua adalah peluncuran Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat 2.0 (Zakat Core Principles/ZCP), yaitu indeks hasil pembaruan BAZNAS dan Bank Indonesia dengan penambahan dimensi manajemen risiko untuk memperkuat tata kelola zakat.

Destry mengatakan indeks tersebut merupakan penambahan dimensi manajemen risiko untuk memperkuat tata kelola zakat yang profesional dan bersandar global.

Ketiga, program beasiswa internasional untuk mendukung pendidikan bagi mahasiswa asing melalui dana sosial syariah, sekaligus mencetak SDM unggul, mengoptimalkan pemanfaatan ZISWAF secara produktif, dan memperluas pengenalan ekonomi syariah.

Destry mengatakan beasiswa bagi mahasiswa asing tersebut karena banyak sekali mahasiswa asing ingin belajar tentang syariah di Indonesia.

"Nah ini kemudian Bank Indonesia bersama-sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi bekerjasama karena prinsip syariah Indonesia dianggap yang saat ini cukup baik untuk menciptakan kedamaian global," tutur Destry.

Ketiga program tersebut, kata Destry adalah bentuk sinergi yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama dengan semua kementerian, lembaga, asosiasi dan semua pihak-pihak lainnya termasuk pesantren.

"Sehingga kita tentu bersama-sama bisa terus mengembangkan ekonomi syariah dan terus memberikan manfaat kepada masyarakat luas," paparnya.

ISEF 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital" digelar di JICC, Jakarta pada 14-18 Oktober 2026.

Penyelenggaraan ISEF tahun ini, Bank Indonesia bersinergi dengan Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah.

Pelaksanaan ISEF 2026 juga didukung kolaborasi mitra strategis nasional dan internasional, antara lain Islamic Development Bank (IsDB), Indonesia Financial Services Board (IFSB), International Islamic Liquidity Management Corporation (IILM), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), serta mitra strategis lainnya dari otoritas, industri dan akademisi.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos BI & BPS Bisik-bisik di Acara Syariah, Ternyata Bicarakan Hal Ini!


Most Popular
Features