Kesalahan Masak ini Bisa Bikin Jeroan Sapi Tetap Bau Amis

Dany Gibran,  CNBC Indonesia
29 May 2026 14:42
Kesalahan Masak ini Bisa Bikin Jeroan Sapi Tetap Bau Amis
Foto: Ilustrasi Daging Wagyu (Larry Zilliox dari Pixabay)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Jeroan sapi menjadi salah satu bahan makanan yang banyak diolah saat Idul Adha. Mulai dari paru, babat, usus hingga limpa kerap dijadikan soto, gulai, sate sampai sambal goreng favorit keluarga.

Namun, banyak orang masih mengeluhkan aroma amis atau prengus yang tetap muncul meski sudah memakai banyak rempah. Padahal, rahasia mengolah jeroan bukan hanya soal jahe atau serai, tetapi juga terletak pada teknik penanganannya sejak awal.

Beberapa metode berikut cukup umum digunakan untuk membantu mengurangi bau amis sekaligus membuat tekstur jeroan lebih empuk dan nyaman disantap.

Langsung Merebus Jeroan Adalah Kesalahan yang Sering Terjadi

Sebagian orang langsung merebus jeroan setelah dicuci. Padahal, teknik perebusan bertahap sering digunakan saat mengolah jeroan untuk membantu mengurangi aroma menyengat.

Teknik blanching atau perebusan awal juga cukup umum dipakai untuk membantu membersihkan sisa kotoran dan lemak yang masih menempel pada jeroan.

Salah satu cara yang banyak dilakukan adalah memasukkan jeroan saat air masih dingin atau hangat, lalu memanaskannya perlahan hingga mendidih. Setelah direbus sekitar 10-15 menit, air rebusan pertama biasanya dibuang karena cenderung mengandung lemak dan aroma yang cukup kuat.

Uap Rebusan Bisa Membuat Aroma Menyengat Bertahan

Hal ini jarang diperhatikan saat memasak jeroan. Sebagian orang memilih tidak menutup panci terlalu rapat ketika perebusan pertama berlangsung agar aroma tajam dapat keluar bersama uap panas.

Cara ini memang bukan aturan wajib, tetapi cukup sering dipakai saat mengolah jeroan agar bau prengus tidak terlalu kuat.

Penggunaan Garam Sebaiknya Tidak Berlebihan di Awal

Menambahkan garam sejak awal sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Namun, sebagian orang memilih menambahkan garam setelah perebusan pertama selesai agar rasa dan tekstur jeroan tetap terjaga.

Penggunaan garam berlebihan di tahap awal juga dapat membuat rasa jeroan menjadi terlalu tajam sebelum bumbu lain meresap sempurna.

Jeruk Nipis dan Cuka Digunakan Secukupnya

Jeruk nipis atau cuka cukup populer digunakan untuk membantu mengurangi aroma amis pada jeroan. Kandungan asamnya dapat membantu menetralisir bau yang kuat.

Meski begitu, penggunaan berlebihan juga kurang disarankan karena bisa memengaruhi tekstur dan rasa alami jeroan.

Biasanya, jeroan cukup dilumuri jeruk nipis selama beberapa menit sebelum dibilas kembali menggunakan air bersih.

Teknik yang Sering Dipakai Penjual Soto

Sejumlah penjual soto memilih merebus jeroan secara terpisah sebelum dicampurkan ke kuah utama. Setelah direbus, jeroan biasanya didiamkan sejenak agar aroma tajam berkurang terlebih dahulu.

Cara ini dinilai membantu rasa kuah tetap lebih bersih dan tidak terlalu prengus.

Pendinginan yang Tepat Juga Penting

Setelah direbus, jeroan sebaiknya tidak langsung ditutup rapat saat masih sangat panas. Membiarkannya sedikit mendingin sebelum disimpan dapat membantu mengurangi kelembapan berlebih di dalam wadah.

Panduan keamanan pangan USDA juga menyarankan makanan matang disimpan pada suhu yang aman agar kualitasnya tetap terjaga.

Jika tidak langsung dimasak, simpan jeroan dalam wadah tertutup di kulkas atau freezer.

Kunci Utama Bukan pada Banyaknya Rempah

Menggunakan banyak rempah belum tentu membuat jeroan otomatis bebas bau amis. Teknik pembersihan, perebusan bertahap dan pengolahan yang tepat justru menjadi faktor yang lebih penting.

Dengan cara yang benar, jeroan sapi bisa terasa lebih gurih, empuk dan tetap nikmat disantap tanpa aroma menyengat yang berlebihan.

(dag/dag) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Hari Tasyrik 2026: Amalan, Bacaan Zikir, dan Larangannya


Most Popular
Features