Peluang RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia Masih Besar, Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti mengungkap bahwa potensi ekonomi syariah sangat besar di Indonesia.
Ia mencatat, hingga akhir Desember 2024 aset keuangan syariah telah mencapai Rp9.277 triliun, baik dari perbankan maupun non perbankan, seperti pasar modal syariah.
Dengan pencapaian itu, ia menuturkan bahwa Indonesia berpotensi besar menjadi pusat ekonomi syariah dunia.
"Indonesia masih punya potensi besar, jadi pusat ekonomi syariah dunia," ujar Esther dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 bertema "Pengarustamaan Ekonomi Syariah Sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional" di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).
Kendati demikian, hal tersebut lanjutnya bukan hal yang mudah. Mengingat posisi Indonesia berdasarkan data dari global islamic indikator masih di posisi 3 di bawah Malaysia dan Arab.
Oleh sebab itu, untuk jadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah, butuh sinergi dan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak.
Ia pun berharap, ajang Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 bisa jadi ajang berdialog agar ide-ide untuk mendorong tujuan Indonesia bisa tercapai. Khususnya menjadi pusat ekonomi syariah dunia.
Forum ini diharapkannya bisa menjadi bentuk kolaborasi dalam menyusun kebijakan, penguatan zakat, infak, sodakoh, dan inkluasi keuangan syariah.
"Ini bukan hal mudah untuk menggeser Indonesia jadi nomor1, tapi saya yakin potensi ke depan jadikan Indonesia pusat ekonomi syariah dunia sangat besar. Pasalnya Indonesia punya penduduk muslim paling besar, kelas menengah muslim besar, kalau kita besar di dunia juga besar," terangnya.
(dpu/dpu) Add
source on Google