KPK Periksa Dito Ariotedjo, Ditanya Kunker Bareng Jokowi ke Arab Saudi

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
23 January 2026 18:35
Dito Ariotedjo saat berpamitan di Kemenpora RI, Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Foto: Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo. (CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo alias Dito Ariotedjo rampung diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024. Dalam pemeriksaan tersebut, KPK menanyakan sejumlah pertanyaan terkait kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi pada bulan Oktober 2023 lalu.

"Secara garis besar memang yang ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi, waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi," ujar Dito kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Dito mengaku diajak Jokowi karena ada pembahasan perjanjian kerja sama di bidang olahraga. Saat itu, kata Dito, Jokowi dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) mengadakan pembahasan kerja sama antarkedua negara.

"Kebetulan waktu itu olahraga menjadi sektor yang Kerajaan Arab Saudi ingin kerja sama. Jadi waktu itu ada tanda tangan MOU juga. Ini MOU-nya tadi saya bawa. Untuk yang Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kebetulan tidak hanya Kemenpora, ada beberapa kementerian dan lembaga lainnya," ujarnya.

MBS kemudian menawarkan bantuan kerja sama kepada pemerintahan Indonesia, yang salah satunya juga membahas mengenai kerja sama pelaksanaan haji.

"Waktu itu saya ingat ada investasi, ada juga waktu itu kalau tidak salah IKN, dan juga salah satunya yang topik utama pasti kalau Arab Saudi itu pasti yang ada di benak semua masyarakat kan pasti haji ya," kata Dito.

Saat ditanya mengenai perjanjian haji, Dito mengaku pembahasan tidak secara spesifik membahas mengenai penentuan kuota.

"Di pertemuan itu tidak ada juga terkait dengan jumlah kuota," ungkapnya.

"Seingat saya itu bagian dari pembicaraan waktu itu lagi makan siang Bapak Presiden Jokowi dengan MBS. Itu sebenarnya tidak kuota spesifik tapi pelayanan haji," sambungnya.

Lebih lanjut, Dito mengaku belum mengetahui kemungkinan dirinya akan dipanggil kembali. Namun, ia secara tegas siap hadir jika ada panggilan kembali dari KPK.

"Saya belum tahu. Tapi ya kalau dipanggil pasti saya siap hadir," ujarnya.

Artikel selengkapnya >>> Klik di sini

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article RUU Haji & Umrah Naik ke Paripurna DPR: Kuota Khusus 8%, Reguler 92%


Most Popular
Features