Menag Dekati Al-Azhar Kairo, Bahas Potensi Buka Cabang Kampus di RI

haa, CNBC Indonesia
Senin, 19/01/2026 09:15 WIB
Foto: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat ditemui usai acara Kumparan Halal Forum di Jakarta, Selasa (27/5/2025). (CNBC Indonesia/Martya Sari)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia tengah menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Universitas Al-Azhar Kairo untuk membuka cabang Al-Azhar di Indonesia. Dengan kerja sama ini diharapkan mahasiswa Indonesia dan Asia Tenggara tidak harus terbang ke Mesir untuk belajar.

Adapun, rencana ini menjadi salah satu agenda utama Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam kunjungannya ke Mesir pada Minggu (18/1/2026).


Nasaruddin pun memastikan pembahasan terkait pendirian kampus Al-Azhar di Indonesia telah mendapatkan arahan Presiden RI.

"Kami juga akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan bekerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral beberapa negara Muslim," ujarnya dalam siaran pers, dikutip Senin (19/1/2026).

Menurut Menag, inisiatif pembukaan cabang di Indonesia mendapat dukungan sejumlah negara sahabat seperti Qatar, Abu Dhabi, dan Yordania. Selain memperluas akses pendidikan Islam, skema ini juga dinilai dapat membantu Al-Azhar menghadapi beban pendidikan yang semakin besar.

"Mesir sekarang overloaded, selain menanggung pengungsian dalam jumlah besar juga jumlah mahasiswa internasional meningkat, sementara beban ekonominya berat," jelasnya.

Pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia dinilai dapat menjadi solusi efektif bagi mahasiswa Asia Tenggara yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi sejumlah tantangan regional untuk belajar di Mesir.

"Sudah waktunya Al-Azhar itu dibantu dengan membuka cabang di Indonesia, sehingga anak-anak Asia Tenggara tidak perlu ke Mesir. Cukup ke Indonesia, sementara dosen-dosen Al-Azhar dan fasilitas pembelajarannya disiapkan di sini," tuturnya.

Menurut Nasaruddin, skema kerja sama yang akan dibahas nanti meliputi kemungkinan dual degree, joint faculty, maupun model pendidikan langsung dengan pengajar dari Al-Azhar. Ia berharap, langkah ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam global sekaligus memperluas jangkauan diplomasi pendidikan Indonesia.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Saat Ekonomi Lesu, Bank Syariah Tebar Pembiayaan ke Sektor Ini