Sekjen MUI: Jangan Sampai Masjid Jadi Klaster Saat Idul Adha

Syariah - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
23 June 2021 18:58
Amirsyah Tambunan. (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hari Raya Idul Adha jatuh pada 20 Juli 2021 mendatang. Di tengah pandemi Covid-19, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengimbau agar umat Islam menaati protokol kesehatan.

"Saya ingin mengatakan bahwa sudah saatnya prokes dijadikan contoh di masjid, supaya masjid tidak menjadi klaster. Karena disiplin yang kita lakukan tidak hanya di dalam masjid, tetapi di luar. Makanya jaga jarak dan pakai masker. Ini saya lihat mulai longgar," ujarnya dalam media briefing yang disiarkan kanal Youtube BNPB pada, Rabu (23/6/2021).

Menurut dia, semua pihak harus adil dan jujur menerapkan protokol kesehatan. Tidak hanya masjid, melainkan juga mal hingga kantor. Tujuannya agar tercipta kekompakan dan kebersamaan.

"Hadapi pandemi Covid-19 dengan bersama-sama, dengan kesadaran kolektif. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi seluruh bangsa Indonesia, termasuk rakyat Indonesia," kata Amirsyah.




Terkait penyembelihan hewan kurban, dia mengatakan, dalam fatwa MUI, ada zona yang terkendali dan tidak terkendali. Istilah pemerintah ada zona merah hingga zona hijau.

"Kalau ini terbukti ditemukan di masjid tertentu, maka harus diterapkan prokes. Tapi ini jangan digeneralisir, jangan semua masjid ditutup. Ini saya kira kurang bijak," ujar Amirsyah.

"Oleh karena itu diperlukan satgas tingkat provinsi, kabupaten/kota, sampai pada kecamatan. Maka saya menyerukan pada semua pihak, terutama pihak satgas, masih ada waktu untuk mempersiapkan konsolidasi antara kecamatan, kelurahan, RT/RW sehingga punya persepsi yang sama dalam melakukan gerakan prokes. Kita gak bisa melakukan hal ini hanya satu pihak, harus dari semua pihak," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading