Baitulmaaal Muamalat Luncurkan Ambulans Terapung di Banyuasin

Syariah - dob, CNBC Indonesia
23 September 2020 14:40
Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitulmaal Muamalat (BMM) meluncurkan program Ambulans Terapung.

Jakarta, CNBC Indonesia- Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitulmaal Muamalat (BMM) meluncurkan program Ambulans Terapung untuk kedua kalinya. Setelah bulan Juli 2020 lalu berhasil meluncurkan Program Ambulans Terapung di Sambas, Kalimantan Barat, kini program serupa digagas untuk masyarakat di Desa Jatisari, Kecamatan Karang Agung Ilir, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Jatisari adalah sebuah desa pelosok yang berada di pesisir muara Sungai Musi, Sumatera Selatan. Untuk mencapai lokasi tersebut harus menempuh waktu selama lima jam dari Kota Palembang melalui sungai. Sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai pekebun dan nelayan. Sebanyak 867 kepala keluarga yang tinggal di desa tersebut kesulitan mendapatkan akses kesehatan karena lokasi yang cukup terpencil dan jauh dari kota.

Lilis Suryani, seorang bidan di Desa Jatisari mengisahkan sebelumnya warga harus membayar sewa perahu mencapai Rp 2 juta jika ingin pergi ke Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan lainnya yang ada di kota.


"Ini masih ditambah biaya berobat dan hidup selama di RS. Tentunya hal tersebut sangat memberatkan bagi warga dengan penghasilan yang relatif rendah," ujar Lilis.

Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitulmaal Muamalat (BMM) meluncurkan program Ambulans Terapung.Foto: Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitulmaal Muamalat (BMM) meluncurkan program Ambulans Terapung.

Lilis, yang bertugas menjadi bidan di Desa Jatisari sejak tahun 2006, sudah sangat sering mendengar keluh kesah hingga cerita miris warga. Keterbatasan moda transportasi menjadi momok menakutkan jika warga harus dirujuk ke RS di kota dalam kondisi darurat.

"Pinjam atau sewa perahu adalah pilihan sulit", tambah Lilis. Maklum, pinjam perahu belum tentu ada, jikapun ada warga harus merogoh kocek yang sangat mahal untuk kebutuhan bahan bakarnya.

Namun, saat ini, warga bisa sedikit lega karena telah menerima Ambulans Terapung BMM hasil donasi orang baik melalui kitabisa.com. Ambulans yang didesain khusus dan berkekuatan mesin 40 PK ini diharapkan dapat melayani warga Desa Jatisari untuk berobat ke Puskesmas maupun Rumah Sakit. "Semoga Ambulans Terapung ini memberikan peningkatan kualitas kesehatan bagi warga kami," ujarnya Lilis.

Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitulmaal Muamalat (BMM) meluncurkan program Ambulans Terapung.Foto: Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitulmaal Muamalat (BMM) meluncurkan program Ambulans Terapung.


Plt. Direktur Eksekutif Baitulmaal Muamalat Novi Wardi mengungkapkan, program Ambulance Terapung ini merupakan salah satu program andalan dari BMM dalam kontribusinya bagi masyarakat Indonesia yang berada di daerah terpencil dan terluar. Program Ambulans Terapung di Banyuasin, Sumatera Selatan ini adalah project yang kedua dan akan dilanjutkan di daerah lainnya.

"Dengan jumlah sekitar 17.491 pulau tersebar di seluruh Indonesia serta tantangan alam yang sangat luar biasa dalam menjangkaunya, tentu keberadaan Ambulans Terapung ini sangat penting sekali dalam proses penanganan masalah kesehatan bagi masyarakat yang memerlukan. Diharapkan dengan adanya bantuan Ambulans Terapung ini akan dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat serta mempercepat proses penangananan kesehatan," ujarnya.

Selain sebagai fasilitas rujukan bagi warga desa yang tengah berada di dalam kondisi darurat untuk pergi ke Puskesmas dan Rumah Sakit, Ambulans Terapung ini juga dapat digunakan sebagai transportasi bagi para dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang ada di kota untuk masuk ke desa, dan berfungsi sebagai posyandu keliling bagi para ibu dan balita.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading