MARKET DATA

10 Crazy Rich Keok "Taruhan" Pemilu AS, Deretan Emiten Ini Juga Boncos

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
05 November 2026 13:10
Saat berkampanye untuk calon gubernur New Jersey dari Partai Demokrat, Anggota DPR Mikie Sherrill, mantan Presiden Barack Obama sempat bercanda setelah diinterupsi oleh seorang pendukung yang bersemangat. "Maksud saya, Anda memang terlihat manis. Tap
Foto: Saat berkampanye untuk calon gubernur New Jersey dari Partai Demokrat, Anggota DPR Mikie Sherrill, mantan Presiden Barack Obama sempat bercanda setelah diinterupsi oleh seorang pendukung yang bersemangat.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kemenangan Partai Demokrat merebut DPR dan Senat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) pada 3 November 2026 memukul posisi politik para donor besar Republik. Di pasar saham, sejumlah perusahaan pertahanan, minyak, pusat data, hingga bisnis terkait Donald Trump dan Elon Musk ikut mengalami tekanan.

Hasil tersebut menyiapkan pemerintahan terbelah. Trump tetap menjadi presiden, sementara mayoritas baru Kongres berpotensi meningkatkan pengawasan terhadap anggaran dan agenda pemerintahannya.

10 Donor Besar Republik yang Taruhan Politiknya Terpukul

Berikut penyumbang individu dan kelompok individu terbesar berafiliasi Republik:

Aliran uang tersebut tidak berhasil mencegah Republik kehilangan kendali Kongres. Kekalahan partai memperbesar hambatan politik terhadap agenda yang ingin dijalankan pemerintahan Trump, meskipun sejumlah kandidat penerima dukungan tetap memenangkan kursinya.

Nominal dalam tabel merupakan kontribusi politik, bukan nilai kerugian bisnis masing-masing donor. Perubahan kekayaan mereka harus dihitung dari kepemilikan aset dan pergerakan nilainya.

Saham Pertahanan hingga Bisnis Terkait Trump Ikut Melemah

Tekanan pasar menjangkau emiten yang memiliki paparan terhadap kontrak pemerintah, perizinan, kebijakan imigrasi, dan perkembangan konflik Iran.

Tabel berikut menggabungkan 10 saham pertahanan yang melemah dari daftar yang diperiksa dengan emiten terkait lainnya. Seluruh persentase membandingkan penutupan perdagangan reguler 4 November dengan penutupan 3 November 2026.

Saham Pertahanan Dibayangi Ketidakpastian Anggaran

Kemenangan Demokrat memperbesar kemungkinan pengawasan terhadap belanja militer AS. Usulan anggaran pertahanan Trump sebesar US$1,5 triliun untuk 2027 masih membutuhkan persetujuan Kongres.

Jika anggaran yang disahkan lebih kecil dari harapan pasar, pertumbuhan pesanan kontraktor pertahanan dapat melambat. Kekhawatiran tersebut dapat menekan harga saham sebelum perubahan anggaran benar-benar terjadi.

Namun, pelemahan saham belum membuktikan adanya pembatalan kontrak atau penurunan laba. Kebutuhan pengisian kembali persenjataan dan program modernisasi tetap dapat menopang permintaan.

Trump Media dan Tesla Terhubung dengan Tokoh Politik

Trump Media merupakan perusahaan di balik Truth Social yang terkait dengan Donald Trump. Sementara itu, Elon Musk merupakan pemimpin Tesla sekaligus penyandang dana besar Republik.

Kekalahan Republik memperlemah posisi politik kedua tokoh dan memunculkan kemungkinan pengawasan lebih besar terhadap pemerintahan beserta pihak-pihak terkait. Perubahan ekspektasi tersebut dapat memengaruhi sentimen investor.

Meski demikian, penurunan harga saham perusahaan tidak sama dengan persentase penurunan seluruh kekayaan pribadi Trump maupun Musk.

Pusat Data Menghadapi Risiko Perlambatan Ekspansi

Tekanan pada perusahaan pusat data berkaitan dengan kemungkinan pembatasan proyek baru di sejumlah negara bagian. Di Texas, gubernur terpilih Gina Hinojosa menyerukan penghentian persetujuan proyek sampai aturan perlindungan baru ditetapkan.

Persoalannya mencakup penggunaan listrik dan air, biaya jaringan, transparansi, serta insentif pajak. Jika persyaratan baru memperlambat izin atau sambungan listrik, jadwal operasional proyek dapat mundur. Pendapatan berpotensi tertunda, sementara kebutuhan pendanaan meningkat.

Dampaknya bergantung pada lokasi dan kesiapan proyek setiap perusahaan. Pembatasan juga mendapat dukungan dari sebagian politikus Republik, sehingga kemenangan Demokrat tidak otomatis merugikan seluruh industri pusat data.

Pengelola Penahanan Terpapar Kebijakan Imigrasi

GEO Group dan CoreCivic memiliki bisnis fasilitas penahanan yang sensitif terhadap kebijakan imigrasi serta kontrak pemerintah.

Ekspektasi peningkatan penahanan dan deportasi dapat memperkuat perkiraan permintaan fasilitas. Sebaliknya, pengawasan anggaran yang lebih ketat atau perubahan prioritas pemerintah dapat menimbulkan ketidakpastian terhadap ekspansi bisnisnya.

Penurunan saham setelah pemilu belum menunjukkan bahwa kontrak kedua perusahaan sudah dibatalkan.

Saham Minyak Tertekan Harapan Deeskalasi Iran

ExxonMobil dan ConocoPhillips terpapar perubahan harga minyak. Harapan meredanya konflik Iran dapat mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dan menurunkan premi risiko dalam harga minyak.

Harga komoditas yang lebih rendah dapat menekan ekspektasi pendapatan produsen energi. Namun, pergerakannya juga dipengaruhi permintaan global, produksi negara penghasil minyak, dan perkembangan ekonomi.

Kongres Demokrat Bisa Mempersulit Pendanaan Perang

Mayoritas Demokrat dapat memperketat pendanaan dan memperdebatkan otorisasi operasi militer setelah Kongres baru mulai menjabat pada Januari 2027. Operasi berkepanjangan yang membutuhkan tambahan anggaran berpotensi menghadapi negosiasi lebih sulit.

Trump tetap menjadi panglima tertinggi. Kemenangan Demokrat tidak otomatis menghentikan perang atau menjamin tidak ada serangan baru.

Hambatan politik akan bergantung pada keputusan pendanaan, dukungan anggota Kongres, sikap Gedung Putih, dan perkembangan keamanan di lapangan.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)



Most Popular