Mimpi Buruk Trump Dimulai, Demokrat Kuasai Senat dan DPR AS
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemilu sela (midterm elections) Amerika Serikat (AS) 2026 membawa perubahan yang sangat besar dalam peta politik Washington. Partai Demokrat berhasil merebut kendali kedua bagian Kongres AS, yakni Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives), dari tangan Partai Republik.
Hasil tersebut menjadi perkembangan penting bagi Presiden Donald Trump. Sebab, selama dua tahun pertama masa jabatan keduanya, Trump menikmati dukungan mayoritas Partai Republik di kedua kamar Kongres.
Kini, keadaan berbalik. Partai Demokrat justru berhasil mengambil alih mayoritas Senat sekaligus DPR, sehingga Trump harus bersiap menghadapi Kongres yang dikuasai partai oposisi selama dua tahun terakhir masa jabatannya.
Melansir The Economist, berdasarkan pembaruan hasil pemilu pada Rabu (4/11/2026) pukul 02.31 waktu AS bagian timur, Demokrat telah mengamankan 54 kursi Senat, sedangkan Republik memperoleh 42 kursi.
Perolehan tersebut sudah membawa Demokrat melewati ambang mayoritas 51 kursi. Bahkan, kemenangan itu telah diproyeksikan ketika masih ada empat kontestasi Senat yang belum diputuskan pemenangnya.
Kemenangan serupa juga terjadi di DPR AS.
Demokrat berhasil mengamankan 218 kursi, tepat mencapai jumlah minimum untuk menguasai mayoritas DPR. Sementara itu, Republik baru memperoleh 133 kursi, dengan 84 distrik lainnya masih menunggu hasil akhir.
Dengan demikian, Demokrat telah diproyeksikan menguasai kedua kamar Kongres AS, meskipun penghitungan suara di sejumlah wilayah masih berlangsung.
Sebagai gambaran, pemilu sela AS digelar setiap dua tahun, tepat di tengah masa jabatan empat tahun presiden.
Pemungutan suara kali ini berlangsung pada Selasa (3/11/2026) waktu setempat atau Rabu (4/11/2026) waktu Indonesia.
Dalam pemilu tersebut, masyarakat AS memilih seluruh 435 anggota DPR serta memperebutkan 35 dari total 100 kursi Senat.
Meski pemenang mayoritas Kongres sudah diproyeksikan, penghitungan di sejumlah negara bagian masih terus berjalan. Proses tersebut bisa berlangsung selama beberapa hari, bahkan lebih lama jika persaingan sangat ketat.
Karena itu, jumlah kursi akhir masing-masing partai masih dapat berubah hingga seluruh hasil penghitungan selesai.
Namun, satu hal sudah terlihat jelas. Keseimbangan kekuatan politik di Washington akan berubah ketika anggota Kongres baru mulai menjalankan masa jabatannya pada Januari 2027.
Senat: Demokrat Berhasil Merebut Mayoritas
Perubahan besar pertama terlihat dalam perebutan kursi Senat AS.
Sebelum pemilu berlangsung, Partai Republik sebenarnya berada dalam posisi cukup nyaman. Mereka menguasai 53 dari total 100 kursi Senat, sementara kelompok Demokrat memiliki 47 kursi, termasuk dua senator independen yang berafiliasi dengan partai tersebut.
Namun, hasil pemilu kali ini justru berbalik menguntungkan Demokrat.
Dari 35 kontestasi Senat, sebanyak 31 telah diproyeksikan pemenangnya. Hasil tersebut membuat kelompok Demokrat mengamankan 54 kursi, sedangkan Republik memperoleh 42 kursi.
Kemenangan Demokrat tidak hanya terjadi di negara bagian yang selama ini dikenal sebagai basis pendukung mereka.
Partai tersebut justru berhasil merebut tujuh kursi yang sebelumnya dikuasai Republik, yakni di Iowa, Kansas, Maine, North Carolina, Ohio, South Carolina, dan Texas.
Hasil di Texas menjadi salah satu yang paling mencolok.
James Talarico dari Demokrat berhasil memenangkan kursi Senat dengan selisih suara yang cukup lebar. Kemenangan tersebut memiliki arti penting mengingat Texas selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu basis kekuatan Republik.
Kejutan serupa juga terjadi di Kansas dan South Carolina. Kedua negara bagian yang selama ini lebih sering memberikan dukungan kepada kandidat Republik tersebut kini berhasil dimenangkan Demokrat.
Di North Carolina, Roy Cooper juga berhasil mengantarkan Demokrat merebut kursi yang sebelumnya berada di tangan Republik.
Sementara di Iowa, Josh Turek memenangkan persaingan yang berlangsung lebih ketat.
Rentetan kemenangan tersebut akhirnya membuat Demokrat berhasil mengambil alih mayoritas Senat, bahkan sebelum penghitungan seluruh kontestasi selesai.
Meski Demokrat sudah diproyeksikan menguasai Senat, persaingan di beberapa negara bagian masih berlangsung.
Hasil dari wilayah-wilayah tersebut nantinya akan menentukan seberapa besar mayoritas yang akhirnya dimiliki Demokrat.
Semakin banyak kursi yang berhasil diamankan, semakin besar pula ruang yang dimiliki partai tersebut dalam menjalankan agenda legislatif dan mengawasi pemerintahan Trump.
DPR AS: Demokrat Juga Berhasil Rebut Mayoritas
Bukan hanya Senat, Partai Demokrat juga berhasil memenangkan perebutan kendali Dewan Perwakilan Rakyat AS atau House of Representatives.
Kemenangan ini melengkapi keberhasilan Demokrat dalam pemilu sela tahun ini, sekaligus mengakhiri dominasi Partai Republik atas kedua kamar Kongres.
Berbeda dengan Senat yang hanya mempertandingkan sebagian kursinya, seluruh 435 kursi DPR AS diperebutkan dalam pemilu kali ini.
Untuk menguasai DPR, sebuah partai membutuhkan sedikitnya 218 kursi.
Angka itulah yang kini telah dicapai Demokrat.
Hingga pukul 02.31 ET, Demokrat berhasil mengamankan 218 kursi, sedangkan Republik memperoleh 133 kursi.
Dari total 435 kursi, sebanyak 351 telah diproyeksikan pemenangnya. Artinya, masih terdapat 84 distrik yang belum diputuskan.
sebaran kursi DPR AS Foto: The Economist |
Kemenangan tersebut juga memperlihatkan bertambahnya kekuatan Demokrat di DPR.
The Economist mencatat Demokrat telah membukukan tambahan bersih 25 kursi dibandingkan posisi sebelumnya.
Sejumlah kemenangan penting datang dari distrik yang sebelumnya dikuasai Republik.
Di Iowa, misalnya, Demokrat berhasil merebut distrik kedua melalui kemenangan Lindsay James. Sementara Sarah Trone Garriott juga membawa kemenangan bagi partai tersebut di distrik ketiga.
Kemenangan lain terjadi di distrik ketujuh New Jersey serta distrik ke-11 North Carolina.
Tambahan kursi dari berbagai wilayah itulah yang akhirnya membawa Demokrat mencapai ambang mayoritas 218 kursi.
Namun, perolehan 218 kursi belum menjadi jumlah akhir. Demokrat masih berpeluang menambah kursi dari distrik yang belum selesai dihitung. Begitu pula Republik yang masih memiliki kesempatan menambah perolehannya.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jumlah kursi DPR setiap negara bagian tidak sama.
California, misalnya, memiliki alokasi terbesar dengan 52 kursi. Kemudian disusul Texas sebanyak 38 kursi, Florida 28 kursi, serta New York 26 kursi.
Perbedaan tersebut berkaitan dengan jumlah penduduk masing-masing negara bagian.
Meski negara bagian besar memiliki jumlah kursi lebih banyak, perebutan mayoritas DPR juga ditentukan oleh hasil pemilihan di distrik-distrik kecil dengan persaingan ketat.
Sebelum pemilu berlangsung, The Economist telah memetakan peluang kemenangan masing-masing partai di seluruh 435 distrik.
Sebanyak 198 distrik diperkirakan sangat condong kepada Demokrat, sementara 138 distrik lainnya sangat condong kepada Republik.
Sisanya, sebanyak 99 distrik, memiliki persaingan yang lebih terbuka.
Dari jumlah tersebut, 27 distrik cenderung menguntungkan Demokrat, 57 lebih condong kepada Republik, sedangkan 15 distrik lainnya dipandang memiliki hasil yang lebih sulit diperkirakan.
Namun, hasil penghitungan kini telah memastikan bahwa Demokrat berhasil mencapai ambang mayoritas DPR.
Dengan demikian, pertarungan yang tersisa bukan lagi semata-mata soal siapa yang akan menguasai DPR, melainkan seberapa besar jumlah kursi akhir yang akan dimiliki masing-masing partai.
Untuk Trump, hasil ini berarti perubahan besar dalam hubungan antara Gedung Putih dan Kongres.
Setelah dua tahun mendapatkan dukungan mayoritas Republik, Trump kini harus bersiap menghadapi DPR dan Senat yang dikuasai Demokrat.
Kondisi tersebut dapat membuat berbagai agenda legislatif pemerintahannya menghadapi proses negosiasi yang lebih sulit, sekaligus membuka ruang pengawasan yang lebih besar dari Kongres selama dua tahun terakhir masa jabatannya.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/luc)