Pemilih AS Tak Lagi Peduli Janji, Urusan Perut Kini Jadi Nomor 1
Jakarta, CNBC Indonesia - Persoalan ekonomi menjadi perhatian terbesar pemilih Amerika Serikat (AS) menjelang pemilu sela (midterm elections) pada November 2026.
Sebanyak 84% seluruh pemilih terdaftar menyatakan ekonomi sebagai isu yang sangat penting dalam menentukan pilihan mereka untuk pemilihan Kongres AS tahun ini.
Angka tersebut menempatkan ekonomi di posisi teratas, mengungguli isu masa depan demokrasi yang dipandang sangat penting oleh 73% pemilih, serta layanan kesehatan sebesar 68%.
Tingginya perhatian terhadap ekonomi menjadi tantangan bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik yang berupaya mempertahankan kendali Kongres.
Data tersebut berasal dari survei Pew Research Center terhadap warga dewasa AS pada 28 September hingga 4 Oktober 2026.
Survei mengukur persentase pemilih terdaftar (registered voters) yang menganggap sejumlah isu sangat penting dalam menentukan pilihan mereka pada pemilihan Kongres 2026.
Dominasi isu ekonomi terlihat di kedua kubu politik. Sebanyak 82% pendukung kandidat Republik dan 88% pendukung kandidat Demokrat menilai ekonomi sangat penting bagi pilihan mereka.
Artinya, persoalan ekonomi bukan hanya menjadi perhatian kelompok oposisi, tetapi juga basis pendukung partai yang menguasai Gedung Putih.
Isu ekonomi menyatukan pemilih, tetapi prioritas politik tetap terbelah
Perbedaan paling mencolok terlihat pada isu lingkungan dan kebijakan iklim. Sebanyak 66% pendukung Demokrat menyebutnya sangat penting, jauh di atas pendukung Republik yang hanya mencapai 15%. Selisihnya mencapai 51 poin persentase.
Kesenjangan serupa muncul pada isu investigasi terhadap Trump dan pemerintahannya. Sebanyak 63% pendukung Demokrat menilai isu tersebut sangat penting, berbanding hanya 7% dari pendukung Republik.
Sebaliknya, imigrasi lebih banyak menjadi perhatian pendukung Republik, dengan 72% responden menyebutnya sangat penting, dibandingkan 53% di kubu Demokrat.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa meskipun ekonomi menjadi perhatian bersama, pemilih dari kedua partai tetap memiliki prioritas politik yang berbeda.
Kesepakatan kedua kubu bahwa ekonomi menjadi isu paling penting juga mencerminkan besarnya tekanan biaya hidup yang dihadapi masyarakat AS. Persoalan ini menyentuh kebutuhan sehari-hari seperti harga bahan pangan, bensin, listrik, dan perumahan.
Tingginya perhatian terhadap ekonomi menempatkan kondisi biaya hidup sebagai salah satu ujian penting bagi pemerintahan Trump.
Jika persoalan tersebut belum menunjukkan perbaikan yang dirasakan masyarakat, isu yang sebelumnya menjadi salah satu kekuatan politik Partai Republik berpotensi berubah menjadi beban menjelang pemungutan suara.
(mae/mae)