MARKET DATA

Harga Emas & Perak Sudah Babak Belur! Pekan Ini Masih Dibayangi Neraka

mae,  CNBC Indonesia
02 November 2026 07:06
silver perak
Foto: silver perak

Harga perak tertekan hebat seiring aksi jual saham teknologi yang mengguncang pasar keuangan global. Harga perak anjlok 8,9% sepanjang pekan lalu, sementara kenaikan harga minyak mentah turut memicu kekhawatiran inflasi dan membuka peluang suku bunga bertahan tinggi lebih lama.

Merujuk Refinitiv, harga perak pada pada hari ini, Senin (2/11/2026) pukul 06.50 WIB melonjak 1,4% ke US$ 49,78 per troy ons.

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya babak belur.

Harga perak ditutup di posisi US$ 49,11 per troy ons pada perdagangan Jumat kemarin. Harganya jatuh 6,3%

Harga penutupan Jumat menjadi yang terendah sejak November 2025 atau setahun.

Tekanan tersebut membuat harga perak menguji area support penting di kisaran US$48-US$50 per troy ons. Jika menembus ke bawah US$48, harga perak berisiko melanjutkan penurunan menuju US$44-US$45.

Meski demikian, prospek jangka panjang perak masih dinilai positif, terutama karena meningkatnya kebutuhan industri terhadap logam tersebut untuk perangkat keras komputasi dan sistem kelistrikan yang menopang perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Support US$48 Jebol, Perak Bisa Menuju US$45

Secara teknikal, harga perak kini menguji area support jangka panjang US$45-US$50 per troy ounce. Level US$50 merujuk pada puncak harga April 2011, sedangkan US$45 berkaitan dengan puncak pada Agustus 2011.

Jika harga mampu bertahan di area tersebut dan kembali menguat hingga ditutup di atas US$60, peluang pembentukan titik terendah (bottom) akan semakin kuat.

Namun, jika harga menembus US$48, tekanan jual berpotensi membawa perak menuju US$44-US$45. Dalam skenario penurunan lebih dalam, harga bahkan dapat menguji US$40.

Apabila harga menembus US$45 secara meyakinkan, target support jangka panjang berikutnya berada di kisaran US$35-US$37, berdasarkan area resistansi historis pada Februari hingga Oktober 2012.

Sebaliknya, pemulihan yang mampu membawa harga kembali ditutup di atas US$55 berpotensi membuka jalan menuju US$60.

(mae/mae)



Most Popular
Features