Raja Kabel Internet RI: Ini Daftar Emiten dengan Jaringan Terpanjang
Jakarta, CNBC Indonesia - Jaringan kabel fiber optik menjadi salah satu infrastruktur utama pengiriman trafik internet dan data. Bentangannya menghubungkan antarkota, menara telekomunikasi, pusat data, hingga rumah pelanggan.
Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki keterlibatan dalam pembangunan, kepemilikan, maupun pengoperasian jaringan tersebut. Panjang yang dilaporkan mencapai puluhan hingga ratusan ribu kilometer.
Namun, cakupan pengungkapan perusahaan berbeda-beda. Ada yang mencatat jaringan backbone, gabungan backbone dan akses, hingga jaringan melalui anak usaha atau perusahaan patungan. Periode datanya juga perlu diperhatikan.
Jaringan Fiber Optik Tembus Ratusan Ribu Kilometer
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melaporkan jaringan backbone sepanjang 211.121 km pada semester I 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 115.921 km jaringan domestik dan 95.200 km jaringan internasional.
Emiten lain dengan pengungkapan jaringan berskala besar adalah PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL). Dalam laporan tahunan XL Axiata 2024, sebelum merger menjadi XLSMART, perusahaan mencatat total kabel serat optik sepanjang 195.000 km. Angka ini merupakan data historis XL Axiata, bukan total jaringan XLSMART setelah merger.
Sementara itu, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mencantumkan total jaringan fiber optik >183.000 km pada situs resminya. Adapun PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melaporkan aset fiber nasional sepanjang sekitar 182.600 km pada semester I 2026.
Berikut perbandingan pengungkapan panjang jaringan pada 10 emiten:
FiberStar Menambah Deretan Pemain Berskala Besar
Selain operator telekomunikasi dan perusahaan menara, bisnis jaringan fiber optik juga dijalankan melalui kelompok usaha investasi.
DNET, melalui PT Mega Akses Persada yang menggunakan merek FiberStar, mencatat panjang gelaran jaringan serat optik 63.758 km hingga akhir 2025. Infrastruktur tersebut mendukung layanan internet berkecepatan tinggi.
Sementara itu, DATA dan BALI turut memiliki pengungkapan jaringan fiber. Pada BALI, panjang 8.839 km secara khusus dicantumkan dalam segmen menara dan infrastruktur telekomunikasi sehingga tidak otomatis mewakili seluruh kategori jaringan grup.
Menopang Internet Rumah hingga Koneksi Pusat Data
Fiber optik dalam perbandingan ini merupakan jaringan telekomunikasi yang membawa trafik internet dan data. Penggunaannya mencakup koneksi antarkota, sambungan ke menara atau BTS, layanan pelanggan korporasi, serta akses rumah.
Pada TOWR, infrastruktur fiber mendukung layanan fiber-to-the-tower (FTTT), fiber-to-the-home (FTTH), dan konektivitas. Adapun RAIA Grid mendukung kebutuhan jaringan, termasuk FTTH dan hubungan antarpusat data.
Dengan cakupan tersebut, panjang fiber tidak dapat langsung disamakan dengan panjang kabel internet rumah yang tersambung ke pelanggan.
Panjang Kabel Fisik Berbeda dengan Angka Komersial
Perbedaan ukuran juga terlihat pada pelaporan panjang jaringan yang menghasilkan pendapatan.
TOWR mencatat 234.665 km FTTT yang menghasilkan pendapatan, sementara aset fiber nasionalnya sekitar 182.600 km. Mitratel juga memisahkan aset fisik fiber 59.239 km dari panjang yang ditagihkan kepada pelanggan atau billable length sebesar 74.779 km pada semester I 2026.
Pada LINK, jaringan fiber optik sepanjang 33.861 km dicatat terpisah dari jaringan hybrid fiber-coaxial (HFC) sepanjang 16.346 km. HFC menggunakan kombinasi fiber optik dan kabel koaksial.
Perbedaan wilayah, periode, kepemilikan, dan metode pengukuran tersebut perlu diperhatikan sebelum menentukan perusahaan dengan jaringan kabel internet terpanjang.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)