MARKET DATA

Tok! The Fed Tahan Suku Bunga, 2 Anggota Menentang & Minta Kenaikan

mae,  CNBC Indonesia
29 October 2026 04:32
Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) Kevin Warsh. (Dok. Federalreserve)
Foto: Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) Kevin Warsh. (Dok. Federalreserve)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%-4,00%. Namun, keputusan tersebut tidak bulat.

Dua anggota Federal Open Market Committee (FOMC), yakni Gubernur The Fed Lisa Cook dan Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack, berbeda pendapat dan mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

The Fed mengumumkan suku bunga pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (29/10/2026) setelah menggelar pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari.

Seperti diketahui, The Fed pada 2025 menahan suku bunga hingga Agustus 2025 di level 4,25-4,50% sebelum memangkasnya pada September, Oktober, dan Desember 2025 menjadi 3,50-3,75%. Pada Januari - Juli 2026, The Fed menahan suku bunga acuan sebelum menaikkan Fed Fund Rate pada September 2026 menjadi 3,75-4,00%.



Dlam pernyataannya, The Fed mengakui inflasi masih berada pada level tinggi dan mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan, bergantung pada perkembangan data.

"Akumulasi informasi lebih lanjut akan membantu Komite menentukan sikap kebijakan yang tepat untuk memastikan inflasi kembali ke target 2% secara tepat waktu," demikian pernyataan terbaru Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC), dalam situs resminya,

Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter. Namun, ia mengakui bank sentral belum berhasil mencapai stabilitas harga.

"Kami sedang mengupayakannya," kata Warsh, dikutip dari Reuters.

Warsh, yang mengambil alih kepemimpinan The Fed pada Mei lalu, menambahkan bahwa dirinya tidak ingin mendahului hasil rapat berikutnya.

"Banyak hal bisa terjadi. Karena itu, saya tidak bisa membagikan pemikiran saya mengenai apa yang akan terjadi ketika kelompok ini kembali berkumpul enam pekan dari sekarang," ujarnya.

The Fed Bakal Ubah Jadwal Rapat Mulai 2027

Kevin Warsh mengumumkan perubahan jadwal rapat kebijakan moneter mulai 2027. The Fed tetap akan menggelar delapan rapat setiap tahun, tetapi tidak seluruhnya akan digunakan untuk menetapkan suku bunga.

 

Pada 2027, satu rapat akan dikhususkan untuk membahas strategi kebijakan moneter secara luas, tanpa pemungutan suara untuk menentukan suku bunga acuan maupun penerbitan pernyataan kebijakan. Enam rapat akan difokuskan pada penetapan kebijakan pada 2028, sementara dua rapat lainnya dialokasikan untuk pembahasan strategi.

Warsh mengatakan perubahan tersebut akan memberi ruang bagi para pejabat untuk mendiskusikan persoalan ekonomi jangka panjang dan mengevaluasi strategi kebijakan secara lebih mendalam.

Warsh Tak Mendukung Forward Guidance

Warsh juga kembali menegaskan ketidaksetujuannya terhadap praktik forward guidance, yakni komunikasi bank sentral mengenai arah kebijakan suku bunga pada masa mendatang.

"Saya tidak percaya pada forward guidance, kecuali dalam keadaan mendesak atau ketika terjadi krisis," kata Warsh.

 

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membantu dalam situasi luar biasa, seperti krisis keuangan global 2008. Namun, dalam kondisi ekonomi normal, terutama ketika perekonomian sedang kuat, ia menilai pendekatan itu tidak diperlukan.

Warsh mengakui suku bunga yang tinggi turut memengaruhi pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Menurutnya, investor kini semakin selektif dalam menentukan investasi. Kondisi ini terlihat dari pelebaran selisih imbal hasil kredit pada sejumlah aset serta pengetatan kondisi keuangan pada sebagian sektor.

Meski demikian, Warsh menilai belanja modal perusahaan tidak hanya tetap kuat, tetapi juga mulai meluas ke lebih banyak sektor ekonomi.

Ia menambahkan, kekuatan ekonomi AS saat ini semakin sulit dijelaskan hanya oleh kinerja segelintir sektor tertentu.

Warsh Menilai Ekonomi AS Semakin Kuat

Warsh menyatakan pertumbuhan ekonomi AS menunjukkan penguatan.

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada semester I-2026 direvisi naik dari estimasi sebelumnya sebesar 1,8% menjadi 2,4%. Sementara itu, pertumbuhan pada kuartal III-2026 diperkirakan berlangsung lebih cepat.

Di sisi ketenagakerjaan, Warsh mengatakan kondisi pasar tenaga kerja juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat pengangguran menurun dibandingkan setahun sebelumnya, sedangkan rata-rata klaim tunjangan pengangguran selama empat pekan berada pada level terendah dalam beberapa generasi.

Ia menegaskan bahwa pembahasan kebijakan dalam beberapa hari terakhir lebih banyak berfokus pada mandat stabilitas harga.

Warsh Bantah Keputusan Dipengaruhi Politik

Warsh menegaskan bahwa keputusan suku bunga tidak dipengaruhi oleh dinamika politik menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) AS pada 3 November 2026.

Ia mengatakan tidak mendengar pembahasan mengenai politik, pemilu, maupun perkembangan politik dalam diskusi bersama para pejabat The Fed selama dua hari terakhir.

Warsh menegaskan faktor politik tidak berperan dalam keputusan tersebut, baik bagi dirinya maupun anggota FOMC lainnya.

 

Namun, adanya perbedaan pendapat menjadi perhatian publik.

Gubernur The Fed Lisa Cook, yang saat ini menjadi sasaran upaya Presiden Donald Trump untuk memberhentikannya dari bank sentral, untuk pertama kalinya menyatakan perbedaan pendapat dalam keputusan kebijakan moneter. Cook mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack, yang secara konsisten dikenal memiliki pandangan hawkish atau cenderung mendukung kebijakan moneter ketat, juga berbeda pendapat dan mendukung kenaikan suku bunga dengan besaran yang sama.

Respon Pasar

Respons pasar relatif terbatas. Saham-saham AS sedikit memangkas kenaikannya setelah keputusan diumumkan. Imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury melanjutkan kenaikan, dengan imbal hasil tenor 10 tahun mencapai 5,042%.

Kontrak berjangka suku bunga jangka pendek sedikit menguat seiring investor mengurangi sebagian taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

"Keputusan menahan suku bunga bukan berarti kelegaan," kata Kelly Brown, CEO Ampersand, dikutip dari CNBC International.

 

"Ini merupakan pesan The Fed kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk menunggu. Dengan inflasi yang masih sebesar 3,7% dan harga minyak di atas US$100 per barel, perusahaan tidak bisa berharap biaya pinjaman akan turun dalam waktu dekat."

Pasar keuangan masih memperhitungkan kemungkinan dua kenaikan suku bunga tambahan dalam beberapa bulan mendatang, meskipun keyakinan tersebut sedikit berkurang setelah pernyataan Warsh.

Pasar kini memperkirakan sekitar 80% potensi kenaikan suku bunga dalam rapat 8-9 Desember sementara kenaikan berikutnya diperkirakan terjadi paling lambat pada Maret.

(mae/mae)



Most Popular