10 Bursa Saham Terburuk di Dunia, IHSG Nomor Satu!
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghadapi ujian berat. Pasar saham Indonesia kembali tertekan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (19/10/2026), hingga mencatatkan kinerja terburuk di antara indeks saham dunia sepanjang tahun berjalan.
Berdasarkan pantauan layar CNBC Indonesia melalui Stockbit Sekuritas, per pukul 10.25 WIB, IHSG terpantau melemah 5,18% ke level 4.916,5. Pelemahan ini membuat IHSG kembali jatuh ke bawah level psikologis 5.000.
Posisi tersebut juga membawa IHSG ke level terendah dalam sekitar enam tahun terakhir atau sejak 5 Oktober 2020.
Tekanan terhadap IHSG masih berlanjut setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengguncang pasar saham Indonesia pada Jumat akhir pekan lalu (16/10/2026).
MSCI mengumumkan rencana untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market atau pasar negara berkembang menjadi Standalone Market, yang merupakan kelompok tersendiri di luar klasifikasi pasar negara berkembang maupun pasar perbatasan (frontier market).
Rencana tersebut muncul karena MSCI masih menemukan sejumlah persoalan di pasar saham Indonesia, mulai dari kurangnya keterbukaan struktur kepemilikan saham, dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi, hingga belum terlihatnya penegakan aturan yang dinilai cukup berarti.
Meski belum menjadi keputusan akhir, ancaman tersebut telah memicu kekhawatiran investor terhadap masa depan pasar saham Indonesia. MSCI memberikan waktu hingga 30 April 2027 untuk menerima masukan dari pelaku pasar, sebelum keputusan akhir diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.
Kekhawatiran tersebut membuat tekanan jual terhadap IHSG terus berlanjut hingga awal pekan ini.
Bahkan, jika melihat pergerakannya sejak awal tahun, penurunan IHSG sudah sangat dalam.
Secara year-to-date (YTD), IHSG telah anjlok 43,13%. Penurunan tersebut sekaligus menjadi yang paling tajam dalam daftar indeks saham dunia yang dihimpun CNBC Indonesia melalui Trading Economics.
IHSG menempati peringkat pertama sebagai indeks saham dengan kinerja paling buruk sepanjang 2026. Penurunannya bahkan terpaut sangat jauh dibandingkan bursa saham negara lain.
Di posisi kedua terdapat indeks QE dari Qatar yang melemah 19,78% secara YTD. Angka tersebut bahkan belum mencapai setengah dari penurunan IHSG yang sudah menembus 43%.
Selanjutnya, indeks BLOM dari Lebanon berada di peringkat ketiga dengan penurunan 14,47% sejak awal tahun.
Di posisi keempat terdapat indeks Sensex dari India yang turun 12,31%. Sementara itu, indeks MOEX dari Rusia menyusul di peringkat kelima dengan pelemahan 12,13%.
Besarnya penurunan ini memperlihatkan betapa beratnya tekanan yang sedang dihadapi pasar saham Indonesia. Bahkan, pelemahan IHSG sudah lebih dari dua kali lipat dibandingkan bursa Qatar dan hampir tiga kali lipat dibandingkan Lebanon.
Dengan demikian, tekanan yang dialami IHSG bukan hanya membuat indeks kembali menyentuh level terendah dalam enam tahun, tetapi juga menempatkan pasar saham Indonesia di posisi paling bawah dalam daftar kinerja indeks saham dunia sepanjang 2026.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)