Ngebul! Produksi Rokok RI Melonjak, Tertinggi dalam 5 Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Produksi rokok Indonesia pada September 2026 naik menjadi 27,2 miliar batang.
Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menunjukkan produksi rokok pada September 2026 yang mencapai 27,2 miliar tersebut melonjak 13,3% dibandingkan Agustus tahun ini (month to month/mtm). Produksi tersebut juga menanjak 4,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
Secara keseluruhan, produksi rokok Januari-September 2026 mencapai 235,4 miliar batang atau naik 5,56% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Bila dirunut sejak 2018-2026, produksi rokok Januari-September 2026 adalah yang tertinggi setidaknya sejak 2021 atau lima tahun terakhir.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Netty Hartawati menjelaskan lonjakan produksi rokok sepanjang tahun ini, salah satunya didorong tidak adanya kenaikan tarif cukai pada 2026.
"Produksi hasil tembakau mengalami peningkatan yang terjadi hampir di seluruh golongan produksi. Kondisi tersebut antara lain sejalan dengan kebijakan cukai hasil tembakau tahun ini yang tidak mengalami perubahan," ujar Netty kepada CNBC Indonesia.