Harga iPhone 18 Pro Max Bikin Kaget, di AS-Singapura Jauh Lebih Murah?
Jakarta, CNBC Indonesia - iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max sudah bisa dipesan melalui pre-order di Indonesia. Namun, harga dan jadwal preorder iPhone Duo untuk pasar Indonesia belum tercantum di laman Digimap.
Di Amerika Serikat (AS), Apple telah mencantumkan harga iPhone Duo 256GB sebesar US$1.999, dengan preorder mulai 16 Oktober dan ketersediaan mulai 23 Oktober 2026.
Harga perangkat yang sama berbeda jauh antarnegara. Visual Capitalist menampilkan perbandingan di 23 pasar, mulai dari AS hingga Türkiye. Lantas, di posisi mana Indonesia jika harga Duo mengikuti pola perbandingan harga iPhone 18 Pro Max?
Daftar Harga iPhone Duo di Berbagai Negara
Berikut daftar harga iPhone Duo 256GB dari Visual Capitalist, menggunakan data OpenTheRank per 2 Oktober 2026. Proyeksi Indonesia disisipkan untuk menunjukkan perkiraan posisinya.
Selisih pasar termahal dan termurah mencapai US$2.690, hampir US$2.700. Türkiye berada di posisi pertama, diikuti Brasil dan India.
Sejumlah negara Eropa menempati bagian tengah daftar, dengan harga berkisar US$2.607 di Jerman hingga US$2.698 di Swedia. Di kelompok harga lebih rendah, Kanada menjadi pasar termurah kedua setelah AS, sementara Malaysia, Thailand, dan China juga mencatat harga relatif lebih rendah.
Perhitungan Indonesia Berasal dari Harga Pro Max
Proyeksi Duo Indonesia menggunakan rasio harga iPhone 18 Pro Max 256GB di Indonesia terhadap AS.
Apple mencantumkan harga model tersebut sebesar US$1.299 di AS. Sementara itu, harga preorder di Digimap Indonesia tercatat Rp29.499.000, dengan pengiriman dijadwalkan mulai 16 Oktober 2026.
Dengan asumsi kurs perhitungan Rp17.890 per dolar, harga Pro Max Indonesia setara sekitar US$1.649. Artinya, harga Indonesia mencapai 1,269 kali harga AS, atau sekitar 26,9% lebih tinggi.
Rasio tersebut kemudian diterapkan pada harga Duo 256GB di AS:
US$ 1.999 x 1,269 = US$2,537
Sementara dalam Rupiah, perhitungan langsungnnya adalah
Rp 29.499.000 x (1.999 / 1.299) = Rp 45,4 juta
Sehingga dengan perhitungan ini kemungkinan akan dibanderol pada harga Rp 45.499.000 untuk varian iPhone Duo 256GB di Indonesia.
Dengan skenario tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-12 dari 24 pasar yang dibandingkan, di antara Jerman dan Australia.
Asumsinya, Duo mengikuti rasio harga Indonesia-AS yang sama dengan Pro Max. Hasil ini merupakan proyeksi, bukan harga resmi. Selisih 26,9% juga menggambarkan perbandingan harga jual secara keseluruhan, bukan besaran pajak atau keuntungan penjual.
Proyeksi Indonesia Lebih Tinggi dari Negara Tetangga
Pada skenario US$2.537, harga Indonesia berada di atas Singapura, Thailand, dan Malaysia.
Dibandingkan Singapura yang mencatat US$2.426, proyeksi Indonesia lebih tinggi sekitar US$111 atau 4,6%. Terhadap Thailand yang mencatat US$2.379, selisihnya sekitar US$158 atau 6,6%.
Malaysia memiliki harga US$2.329, sehingga proyeksi Indonesia lebih tinggi sekitar US$208 atau 8,9%.
Posisi tersebut masih bersifat ilustratif. Harga negara lain merupakan potret per 2 Oktober 2026, sedangkan angka Indonesia dihitung dari harga preorder Pro Max dan asumsi kurs.
iBox. (Dok. erajaya) |
Pajak Berlapis Membuat Türkiye Mahal
Menurut penjelasan Visual Capitalist, pajak menjadi salah satu alasan utama tingginya harga di Türkiye. Ponsel di negara tersebut menghadapi sejumlah pungutan, termasuk VAT sebesar 20%, pajak konsumsi khusus, serta pungutan lainnya.
Sebagian pajak dikenakan setelah pungutan sebelumnya ditambahkan. Efek berlapis ini dapat memperbesar harga akhir yang dibayar konsumen.
Depresiasi lira terhadap dolar turut menambah tekanan karena dapat menaikkan biaya dalam mata uang lokal untuk produk teknologi yang mengacu pada harga global.
Perbandingan dalam dolar juga belum memperhitungkan pendapatan bersih masyarakat. Harga yang lebih rendah belum tentu berarti perangkat tersebut lebih terjangkau bagi penduduk setempat.
Persaingan Ponsel Lipat Memengaruhi Harga di China
China mencatat harga Duo sebesar US$2.382, sekitar 19% di atas harga AS, meskipun harga tersebut sudah termasuk VAT sebesar 13%.
Visual Capitalist menjelaskan bahwa persaingan dapat membantu menerangkan strategi harga Apple di China. Huawei dan Xiaomi telah membangun pasar ponsel lipat, sehingga konsumen memiliki sejumlah alternatif.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pajak bukan satu-satunya penentu harga. Persaingan lokal, kurs, dan keputusan harga regional Apple ikut membentuk harga jual perangkat yang sama.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)