MARKET DATA

Peta Smartphone Dunia Berubah, Raja Lama Satu per Satu Tumbang

Zhafa Yuda Rehema,  CNBC Indonesia
05 October 2026 13:10
samsung galaxy fold dan iphone 11
Foto: samsung galaxy fold dan iphone 11

Jakarta, CNBC Indonesia - Tak ada yang abadi di pasar smartphone. Dalam 15 tahun, para penguasa bisa tumbang, pemain baru melesat, dan peta persaingan berubah total.

Industri smartphone global menjadi salah satu contoh paling nyata bagaimana teknologi dapat mengubah peta kekuatan dalam waktu relatif singkat. Merek yang dulu mendominasi pasar kini harus berbagi panggung dengan pemain yang bahkan belum menjadi kekuatan besar pada satu dekade lalu.

Persaingan semakin brutal. Inovasi, harga, ekosistem, hingga kemampuan membaca perubahan selera konsumen menjadi penentu siapa yang mampu bertahan di posisi teratas.

BlackBerry Classic. (Dok. zinwa)BlackBerry Classic. (Dok. zinwa) Foto: BlackBerry Classic. (Dok. zinwa)

Data IDC Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker memperlihatkan betapa drastis perubahan tersebut. Perbandingan pasar smartphone global pada 2010 dan 2025 menunjukkan bahwa jajaran pemain teratas tidak lagi sama.

Pasar Smartphone Membesar 4 Kali Lipat

Pertumbuhan pasar smartphone berlangsung sangat pesat dalam 15 tahun terakhir. Pengiriman global meningkat sekitar 4,2 kali lipat dari 302,6 juta unit pada 2010 menjadi 1,26 miliar unit pada 2025

Namun, bertambah besarnya pasar tidak berarti pemain yang memimpin pada awal periode mampu mempertahankan posisinya.

Pada 2010, lima perusahaan terbesar adalah Nokia, Research In Motion (RIM) yang memproduksi BlackBerry, Apple, Samsung, dan HTC. Kelima perusahaan tersebut menguasai 79,6% pengiriman smartphone global.

Pada 2025, komposisinya berubah total. Apple, Samsung, Xiaomi, vivo, dan OPPO menjadi lima produsen terbesar dengan pangsa gabungan 68,2%.

Nokia Tersingkir, Apple dan Samsung Bertahan

Perubahan paling mencolok terlihat dari tiga pemain utama pada 2010. Saat itu, Nokia memimpin pasar dengan pengiriman 100,2 juta unit dan pangsa 33,1%, jauh di atas RIM atau BlackBerry yang menguasai 16,1% serta Apple dengan 15,7%.

Namun, 15 tahun kemudian, Nokia dan BlackBerry tidak lagi masuk lima besar. Sebaliknya, Apple dan Samsung berhasil bertahan sekaligus memperbesar skala bisnisnya.

Samsung A17 5G. (Dok. Samsung)Samsung A17 5G. (Dok. Samsung) Foto: Samsung A17 5G. (Dok. Samsung)

 

Apple naik dari peringkat ketiga menjadi pertama, dengan pengiriman meningkat dari 47,5 juta unit pada 2010 menjadi 247,8 juta unit pada 2025. Pangsa pasarnya juga naik dari 15,7% menjadi 19,7%.

Samsung bahkan meningkatkan pengiriman dari 23 juta menjadi 241,2 juta unit. Pangsa pasarnya naik dari 7,6% menjadi 19,1%, membuatnya menempati posisi kedua dunia pada 2025.

China Isi Posisi yang Ditinggalkan Pemain Lama

Perubahan besar lainnya datang dari perusahaan China.

Pada 2010, tidak ada satu pun perusahaan China yang masuk dalam lima besar produsen smartphone dunia. Pada 2025, tiga dari lima posisi teratas justru ditempati perusahaan asal China.

Xiaomi resmi meluncurkan Redmi 17 di Indonesia. Dijual mulai dari harga Rp 2 jutaan, ponsel ini menyematkan baterai besar 7.500 mAh. (CNBC Indonesia/Novina)Xiaomi resmi meluncurkan Redmi 17 di Indonesia. Dijual mulai dari harga Rp 2 jutaan, ponsel ini menyematkan baterai besar 7.500 mAh. (CNBC Indonesia/Novina) Foto: Xiaomi resmi meluncurkan Redmi 17 di Indonesia. Dijual mulai dari harga Rp 2 jutaan, ponsel ini menyematkan baterai besar 7.500 mAh. (CNBC Indonesia/Novina)

 

Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pengiriman 165,3 juta unit dan pangsa pasar 13,1%. Di bawahnya terdapat vivo dengan 103,9 juta unit atau 8,2%, serta OPPO dengan 102 juta unit atau 8,1%.

Jika digabungkan, ketiga perusahaan tersebut menyumbang 29,4% pengiriman smartphone global pada 2025.

Perjalanan Xiaomi menjadi salah satu yang paling mencolok. Perusahaan tersebut didirikan pada 2010, tahun yang menjadi titik awal perbandingan, dan baru meluncurkan smartphone pertamanya pada 2011.

 

Lima belas tahun kemudian, Xiaomi telah menjadi produsen smartphone terbesar ketiga di dunia berdasarkan volume pengiriman.


Dominasi Lima Besar Justru Menurun

Meski daftar perusahaan terbesar berubah drastis, ada satu perubahan lain yang menarik: dominasi lima perusahaan terbesar terhadap pasar global justru menurun.

Pada 2010, lima produsen terbesar menguasai 79,6% pengiriman smartphone dunia. Pada 2025, pangsa gabungan mereka turun menjadi 68,2%.

Sebaliknya, perusahaan di luar lima besar meningkatkan pangsa pasar dari 20,4% pada 2010 menjadi 31,7% pada 2025.

Secara volume, kategori Others juga meningkat dari 61,7 juta unit menjadi sekitar 400 juta unit.

Artinya, industri smartphone saat ini tidak hanya memiliki penguasa yang berbeda dibandingkan 15 tahun lalu. Pasarnya juga menjadi lebih besar sekaligus lebih tersebar.

Jika 2010 merupakan era ketika Nokia dan BlackBerry masih berada di puncak, 2025 menunjukkan lanskap yang berbeda.

Apple dan Samsung tetap bertahan, perusahaan China semakin dominan, sementara porsi pasar yang berada di luar lima pemain terbesar juga semakin besar.

 

(mae/mae)



Most Popular