MARKET DATA

6 Tanaman Ini Paling Tahan Banting Hadapi Cuaca Bumi yang Kian Ekstrem

Zhafa Yuda Rehema,  CNBC Indonesia
24 September 2026 15:10
Tanaman sweetgum
Foto: MEG LA SEMILLA

Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem membuat pemilihan pohon untuk ruang publik perkotaan perlu dipikirkan ulang. Jenis pohon yang cocok ditanam saat ini belum tentu mampu bertahan menghadapi kondisi iklim beberapa dekade mendatang.

Studi Urban Plant Lab (UPL) terhadap lebih dari 1,1 juta pohon publik di London menemukan sekitar 73% populasi pohon yang dianalisis berpotensi menghadapi kesulitan bertahan hidup akibat perubahan iklim berdasarkan proyeksi kondisi iklim pada 2090.

Pohon Kota Hadapi Iklim yang Berubah

Persoalannya terletak pada umur pohon. Pohon yang ditanam di jalan, taman, atau ruang publik dapat bertahan selama puluhan tahun.

Karena itu, pemilihan spesies tidak cukup hanya mempertimbangkan kondisi cuaca saat ini. Pemerintah kota juga perlu memperhitungkan perubahan suhu, curah hujan, dan kondisi iklim di masa depan.

UPL merekomendasikan diversifikasi spesies pohon di London dengan memilih jenis yang lebih sesuai dengan proyeksi iklim mendatang.

Sejumlah spesies dalam kajian tersebut bahkan masuk kategori memiliki tingkat kecocokan tinggi terhadap kondisi iklim masa depan.

Menariknya, beberapa spesies tersebut berasal dari Asia atau kawasan di sekitarnya. Salah satunya Parrotia persica yang berasal dari wilayah Azerbaijan hingga Iran.

Namun, temuan tersebut tidak berarti spesies itu otomatis cocok ditanam di Asia. Studi UPL secara khusus dilakukan untuk London dan hasilnya tidak dapat langsung diterapkan ke wilayah lain karena karakteristik iklim setiap daerah berbeda.

Artinya, asal tanaman bukan satu-satunya faktor yang menentukan ketahanannya terhadap perubahan iklim.

Indonesia Mulai Petakan Tanaman yang Sesuai

Pendekatan serupa juga mulai diterapkan dalam penelitian tanaman di Indonesia.

Penelitian BRIN mengenai sawo kecik (Manilkara kauki) di Daerah Istimewa Yogyakarta, misalnya, menggunakan sejumlah variabel iklim untuk memetakan wilayah yang sesuai bagi tanaman tersebut.

Buah SawoBuah Sawo Foto: Google Image

Hasil penelitian menunjukkan sekitar 1.275 kilometer persegi wilayah DIY diperkirakan sesuai untuk sawo kecik. Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman memiliki area dengan tingkat kesesuaian tinggi hingga sangat tinggi yang paling luas.

Penelitian tersebut juga menemukan sawo kecik dapat beradaptasi pada wilayah dengan curah hujan bulan terkering sekitar 20 milimeter dan curah hujan kuartal terkering sekitar 100 milimeter.

Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan tanaman untuk kawasan perkotaan dapat dilakukan berdasarkan kondisi lingkungan dan proyeksi iklim, bukan hanya pertimbangan estetika.

Pada akhirnya, perubahan iklim membuat fungsi pohon kota ikut berubah. Pohon tidak hanya berperan sebagai penghijau, tetapi juga harus mampu bertahan ketika kondisi lingkungan perkotaan berubah dalam beberapa dekade mendatang.

(mae/mae)



Most Popular