MARKET DATA

10 Perusahaan Minyak Terbesar di Dunia: Arab Melawan Eropa & Amerika

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
16 September 2026 14:10
FOTO ARSIP: Gabungan foto arsip menunjukkan logo lima perusahaan minyak terbesar yang terdaftar di bursa saham; BP, Chevron, Exxon Mobil, Royal Dutch Shell, dan Total./Foto Arsip
Foto: FOTO ARSIP: Gabungan foto arsip menunjukkan logo lima perusahaan minyak terbesar yang terdaftar di bursa saham; BP, Chevron, Exxon Mobil, Royal Dutch Shell, dan Total./Foto Arsip

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri minyak dan gas tetap menjadi salah satu sektor dengan nilai ekonomi terbesar di dunia.

Meskipun investasi energi bersih terus berkembang, perusahaan migas raksasa masih memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi, transportasi, dan industri global.

Besarnya skala bisnis itu tercermin dari kapitalisasi pasar atau market capitalization. Indikator ini dihitung dengan mengalikan harga saham perusahaan dengan jumlah saham yang beredar.

Berdasarkan data terbaru yang tersedia per Selasa (15/9/2026) 15 September 2026, Saudi Aramco masih menjadi perusahaan minyak dan gas publik paling bernilai di dunia. Kapitalisasi pasarnya mencapai US$1,68 triliun, jauh meninggalkan para pesaingnya.

Exxon Mobil berada di urutan kedua dengan nilai pasar US$682,53 miliar. Sementara itu, Chevron menempati posisi ketiga dengan kapitalisasi pasar US$419,90 miliar. Berikut adalah daftar lengkapnya:

Kapitalisasi pasar dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham, jumlah saham beredar, dan kurs mata uang.

1. Saudi Aramco

Saudi Arabian Oil Company atau Saudi Aramco menempati posisi pertama dengan kapitalisasi pasar US$1,683 triliun atau sekitar Rp29, 81 triliun.

Nilainya hampir dua setengah kali lebih besar dibandingkan Exxon Mobil yang berada di peringkat kedua.

FILE PHOTO: Logo of Saudi Aramco is seen at the 20th Middle East Oil & Gas Show and Conference (MOES 2017) in Manama, Bahrain, March 7, 2017. REUTERS/Hamad I Mohammed/File PhotoFILE PHOTO: Logo of Saudi Aramco is seen at the 20th Middle East Oil & Gas Show and Conference (MOES 2017) in Manama, Bahrain, March 7, 2017. REUTERS/Hamad I Mohammed/File Photo Foto: REUTERS/Hamad I Mohammed

Perusahaan yang berbasis di Dhahran tersebut menjalankan bisnis terintegrasi dari eksplorasi dan produksi minyak hingga pengolahan, distribusi, dan petrokimia. Besarnya cadangan serta biaya produksi yang relatif rendah menjadi kekuatan utama Aramco.

2. Exxon Mobil

Exxon Mobil menjadi perusahaan migas Amerika Serikat dengan kapitalisasi pasar terbesar, yakni US$682,53 miliar.

Operasinya mencakup produksi minyak dan gas, kilang, bahan bakar, pelumas, serta petrokimia. Perusahaan yang berkantor pusat di Texas ini juga mengembangkan teknologi penangkapan karbon, hidrogen, dan biofuel sebagai bagian dari bisnis rendah karbonnya.

3. Chevron

Chevron berada di posisi ketiga dengan kapitalisasi pasar US$419,90 miliar. Perusahaan ini merupakan salah satu raksasa energi terintegrasi terbesar asal Amerika Serikat.

Chevron. (REUTERS/Kaylee Greenlee/File Photo)Chevron. (REUTERS/Kaylee Greenlee/File Photo) Foto: Chevron. (REUTERS/Kaylee Greenlee/File Photo)

Chevron memproduksi minyak mentah dan gas alam sekaligus mengolahnya menjadi bahan bakar transportasi, pelumas, dan produk petrokimia. Perusahaan juga mulai memperluas bisnis bahan bakar terbarukan, hidrogen, serta penangkapan dan penyimpanan karbon.

4. Shell

Shell menempati peringkat keempat dengan kapitalisasi pasar US$276,83 miliar.

Perusahaan asal Inggris tersebut memiliki kegiatan bisnis mulai dari eksplorasi dan produksi minyak serta gas hingga LNG, pengolahan, perdagangan energi, dan pemasaran bahan bakar. Besarnya portofolio LNG dan jaringan perdagangan global menjadi salah satu keunggulan utama Shell.

5. PetroChina

PetroChina menjadi perusahaan migas China dengan kapitalisasi pasar terbesar. Nilai pasarnya mencapai US$232,90 miliar.

Bisnis PetroChina meliputi eksplorasi dan produksi minyak serta gas, pengolahan, petrokimia, pemasaran bahan bakar, dan distribusi gas alam. Perusahaan yang dibentuk melalui restrukturisasi CNPC ini juga mulai mengembangkan energi dan material baru.

6. TotalEnergies

TotalEnergies berada di posisi keenam dengan kapitalisasi pasar US$203,06 miliar.

Perusahaan asal Prancis tersebut kini memosisikan diri sebagai perusahaan multi-energy. Selain minyak dan gas, portofolionya mencakup LNG, biofuel, energi terbarukan, serta bisnis pembangkitan dan penjualan listrik.

Diversifikasi tersebut memberikan TotalEnergies sumber pertumbuhan di luar bisnis minyak konvensional.

7. ConocoPhillips

ConocoPhillips menempati peringkat ketujuh dengan kapitalisasi pasar US$165 miliar.

Berbeda dari Exxon Mobil, Chevron, dan Shell, ConocoPhillips lebih berfokus pada kegiatan eksplorasi dan produksi. Perusahaan memproduksi serta memasarkan minyak mentah, gas alam, LNG, dan cairan gas alam dari berbagai wilayah operasinya.

Karena tidak memiliki bisnis hilir sebesar perusahaan energi terintegrasi, kinerja ConocoPhillips relatif lebih sensitif terhadap perubahan harga minyak dan gas.

8. CNOOC

CNOOC berada di urutan kedelapan dengan kapitalisasi pasar US$147,75 miliar.

Perusahaan tersebut dikenal sebagai produsen minyak mentah dan gas alam lepas pantai terbesar di China. Kegiatan utamanya meliputi eksplorasi, pengembangan, produksi, dan penjualan minyak serta gas.

Selain di China, CNOOC memiliki aset di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Australia, Brasil, Guyana, Nigeria, Kanada, Inggris, dan Uni Emirat Arab.

9. Petrobras

Petrobras menempati posisi kesembilan dengan kapitalisasi pasar US$136,62 miliar.

Perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki pemerintah Brasil ini memiliki keahlian utama dalam eksplorasi dan produksi minyak laut dalam serta ultra-laut dalam. Sebagian besar kegiatan produksinya berpusat di wilayah lepas pantai Brasil.

Petrobras juga menjalankan bisnis pengolahan, perdagangan energi, gas alam, pembangkit listrik, biofuel, dan petrokimia.

10. BP

BP melengkapi daftar sepuluh besar dengan kapitalisasi pasar US$118,72 miliar.

Perusahaan asal Inggris tersebut memiliki bisnis yang mencakup produksi minyak dan gas, kilang, perdagangan dan pengiriman energi, serta jaringan ritel bahan bakar. BP juga mengembangkan bioenergi, pengisian kendaraan listrik, dan sejumlah kegiatan rendah karbon.

Meskipun valuasinya masih berada di bawah Shell, BP tetap menjadi salah satu perusahaan energi dengan jaringan operasi dan pemasaran terluas di dunia.

Aramco Masih Sulit Dikejar

Gabungan kapitalisasi pasar sepuluh perusahaan tersebut mencapai sekitar US$4,07 triliun. Saudi Aramco sendiri menyumbang lebih dari 40% dari total nilai itu.

Amerika Serikat menempatkan tiga perusahaan dalam daftar, yakni Exxon Mobil, Chevron, dan ConocoPhillips. China dan Inggris masing-masing menempatkan dua perusahaan.

Peringkat ini hanya mencakup perusahaan minyak dan gas yang sahamnya diperdagangkan di bursa. Dengan demikian, perusahaan milik negara yang tidak tercatat di pasar saham tidak masuk dalam perhitungan.

Daftar tersebut juga bukan peringkat berdasarkan produksi, pendapatan, laba, atau besarnya cadangan minyak, melainkan berdasarkan nilai perusahaan di pasar saham per 15 September 2026.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)



Most Popular