MARKET DATA

Devisa ASEAN Ramai-Ramai Naik, Malaysia Malah Turun

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
14 September 2026 14:15
Petugas menghitung uang  dolar di tempat penukaran uang Dolarindo, Melawai, Blok M, Jakarta, Senin, (7/11/ 2022)
Foto: Petugas menghitung uang dolar di tempat penukaran uang Dolarindo, Melawai, Blok M, Jakarta, Senin, (7/11/ 2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Cadangan devisa Indonesia kembali meningkat setelah sempat turun pada Juli 2026. Posisinya bertambah US$1,2 miliar pada Agustus 2026.

Menurut laporan Bank Indonesia (BI), cadangan devisa Indonesia mencapai US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Juli 2026 sebesar US$145,3 miliar.

Kenaikan ini kembali membalikkan pergerakan cadangan devisa Indonesia. Pada Juli 2026, posisinya turun US$300 juta dari US$145,6 miliar menjadi US$145,3 miliar.

BI menjelaskan kenaikan cadangan devisa pada Agustus terutama dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Tambahan devisa tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global.

Posisi cadangan devisa Indonesia saat ini setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Jumlah tersebut juga masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam siaran pers, Senin (7/9/2026).

Cadangan devisa menjadi bantalan penting ketika pasar keuangan global bergejolak. Dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan valuta asing, membayar kewajiban luar negeri, dan membantu bank sentral menjaga stabilitas nilai tukar.

Lantas, bagaimana posisi cadangan devisa Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara?

Cadangan Devisa Asia Tenggara Mayoritas Naik

Pergerakan cadangan devisa negara-negara Asia Tenggara cenderung meningkat pada Agustus 2026.

Dari lima negara yang sudah melaporkan cadev nya untuk periode Agustus, empat negara mencatat kenaikan cadangan devisa. Hanya Malaysia yang mengalami penurunan.

Kelima negara tersebut adalah Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, serta Indonesia. 

Dilihat dari besarnya cadangan devisa, Singapura tetap menempati posisi teratas di antara lima negara Asia Tenggara. Cadangan devisanya mencapai 550,73 miliar dolar Singapura pada Agustus 2026, naik 1,42 miliar dari 549,30 miliar pada bulan sebelumnya.

Perlu dicatat, Singapura melaporkan cadangan devisanya dalam dolar Singapura. Sementara data Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Filipina menggunakan dolar AS.

Selain Singapura, Thailand mencatat cadangan devisa sebesar US$283,14 miliar.

Indonesia menyusul dengan cadangan devisa sebesar US$146,5 miliar. Posisi berikutnya ditempati Malaysia dengan US$132 miliar dan Filipina sebesar US$104,81 miliar.

Jika dilihat dari tren perubahannya, Thailand mencatat penambahan cadangan devisa paling besar di antara kelima negara.

Cadangan devisa Thailand melonjak US$7,69 miliar dari US$275,45 miliar menjadi US$283,14 miliar. Secara persentase, kenaikannya mencapai sekitar 2,79%.

Filipina berada di urutan berikutnya dengan kenaikan US$1,50 miliar. Cadangan devisanya bertambah dari US$103,32 miliar menjadi US$104,81 miliar.

Indonesia menyusul dengan kenaikan US$1,2 miliar menjadi US$146,5 miliar. Penambahan tersebut membalikkan penurunan yang terjadi pada Juli 2026.

Di tengah kenaikan empat negara tersebut, Malaysia menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan.

Cadangan devisanya berkurang US$100 juta dari US$132,1 miliar menjadi US$132 miliar.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)



Most Popular