20 Profesi Paling Banyak Dicari, Gaji Gede Bisa Tembus Rp 2,3 Miliar
Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan demografi, meningkatnya kebutuhan listrik, dan adopsi kecerdasan buatan (AI) diproyeksikan mengubah lanskap ketenagakerjaan Amerika Serikat dalam satu dekade mendatang.
Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat atau Bureau of Labor Statistics (BLS) memperkirakan perekonomian negara tersebut akan menambah sekitar 5,9 juta pekerjaan pada periode 2025-2035. Jumlah orang yang bekerja diproyeksikan meningkat dari 170,3 juta menjadi 176,2 juta.
Secara keseluruhan, lapangan kerja di AS diperkirakan hanya tumbuh 3,5%. Namun, sejumlah profesi berpotensi mencatat pertumbuhan berkali-kali lipat lebih tinggi, berdasarkan data yang dihimpun oleh Visual Capitalist.
Perawat Praktisi Jadi Pekerjaan Paling Moncer
Perawat praktisi menempati posisi pertama dengan proyeksi pertumbuhan lapangan kerja sebesar 41% hingga 2035. Jumlah pekerja dalam profesi ini diperkirakan bertambah sekitar 137.800 orang, dari 336.300 menjadi 474.100 orang.
Profesi tersebut juga menawarkan penghasilan relatif tinggi. Median gaji perawat praktisi mencapai US$132.300 atau sekitar Rp2,32 miliar per tahun jika menggunakan asumsi kurs Rp17.500 per dolar AS.
Pemasang panel surya berada di posisi kedua dengan pertumbuhan 36,5%, disusul ilmuwan data sebesar 34,6%. Teknisi servis turbin angin berada di urutan keempat dengan pertumbuhan 29,5%.
Sektor Kesehatan Mendominasi
Profesi kesehatan menguasai sebagian besar daftar. Kondisi ini dipengaruhi oleh bertambahnya penduduk lanjut usia serta tingginya kasus penyakit kronis seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.
Sektor layanan kesehatan dan bantuan sosial swasta diproyeksikan menambah lebih dari 2,2 juta pekerjaan hingga 2035. Jumlah tersebut setara sekitar 37% dari seluruh pekerjaan baru yang diperkirakan tercipta di AS.
Meski hanya berada di posisi ke-18 berdasarkan persentase pertumbuhan, pendamping kesehatan dan perawatan pribadi di rumah diproyeksikan menciptakan tambahan pekerjaan terbesar dalam daftar, yakni sekitar 847.300 posisi.
Angka itu jauh melampaui tambahan 137.800 posisi untuk perawat praktisi dan 155.100 posisi bagi manajer layanan medis dan kesehatan.
AI Dorong Permintaan Ilmuwan Data
Perkembangan AI diperkirakan meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga teknologi tertentu. Lapangan kerja ilmuwan data diproyeksikan tumbuh 34,6% dengan tambahan sekitar 95.400 posisi.
Ilmuwan riset komputer dan informasi diproyeksikan tumbuh 21,8%, sedangkan kebutuhan analis keamanan informasi meningkat 21%. Ketiga profesi tersebut dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi, mengolah data, mengamankan sistem, dan menerapkan AI dalam operasional bisnis.
Ilmuwan riset komputer dan informasi menjadi profesi dengan median gaji tertinggi dalam daftar, yakni US$140.300 per tahun. Posisi berikutnya ditempati asisten dokter dengan US$135.880 dan perawat praktisi sebesar US$132.300.
Energi Terbarukan Tumbuh Pesat, tetapi Jumlahnya Kecil
Transisi energi turut mendorong kebutuhan tenaga kerja. Pemasang panel surya dan teknisi servis turbin angin termasuk empat pekerjaan dengan tingkat pertumbuhan tertinggi.
Namun, persentase yang besar tidak selalu menghasilkan banyak lapangan kerja. Kedua profesi itu secara gabungan hanya diproyeksikan menambah kurang dari 15.000 pekerjaan hingga 2035 karena basis pekerjanya masih relatif kecil.
BLS memperkirakan meningkatnya konsumsi listrik, termasuk kebutuhan energi pusat data dan infrastruktur AI, akan menopang perkembangan pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan panas bumi.
Data tersebut merupakan proyeksi berdasarkan kondisi ekonomi, demografi, teknologi, dan kebijakan yang diasumsikan oleh BLS, bukan kepastian mengenai keadaan pasar tenaga kerja pada 2035.
(gls/gls)