Newsletter

Harga Minyak US$107, Eropa Kerek Bunga, AS Beri Kabar Genting Hari Ini

Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
Jumat, 11/09/2026 06:15 WIB
Foto: Infografis/Indonesia Turun Kelas, Singapura Sekarang Jadi Juara Satu Dunia/Ilham Restu
  • Pasar keuangan RI ditutup kompak pada zona pelemahan
  • Wall Street ambruk karena kekhawatiran harga minyak
  • Lonjakan harga minyak, dampak inflasi AS dan PPI Jepang menjadi penggerak utama pasar pada hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri ditutup kompak melemah baik di pasar saham, mata uang ataupun obligasi.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan bergerak melemah lagi karena data inflasi Amerika Serikat (AS) sehingga akan menghadapi tantangan pada hari ini terutama karena perang yang belum menemukan titik terangnya serta potensi supply chain yang terganggu akibat bencana alam yang melanda Indonesia dari berbagai macam spektrum.

Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (10/9/2026). IHSG ditutup anjlok 1,29% atau 86,30 poin ke level 6.591,90.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG bergerak dalam rentang cukup lebar sepanjang perdagangan. Indeks dibuka di level 6.688,18 dan sempat menguat hingga 6.712,50. Namun, tekanan jual kemudian membawa IHSG jatuh ke level terendah 6.585,56 sebelum ditutup di 6.591,90.

 

Dengan penutupan di 6.591,90, IHSG kembali berada di bawah level psikologis 6.600 setelah sempat menguji area 6.700 pada awal perdagangan.

Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume mencapai 51,1 miliar saham. Nilai transaksi tercatat Rp21,6 triliun dengan frekuensi 2,67 juta kali.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 150 saham menguat, 516 saham melemah, dan 127 saham stagnan. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang cukup merata di pasar.

Pada perdagangan kemarin, terpantau asing membukukan net foreign outflow sebesar Rp 1,95 triliun di all market dan mencatatkan net foreign outflow pula di pasar reguler sebesar Rp 747,51 miliar

Sehingga apabila data ditarik secara year-to-date bursa saham mengalami net foreign outflow sebesar Rp 70,16 triliun di all market dan Rp 97,69 triliun di reguler market.


(gls/gls)
Pages