Di Negara Ini 3 Hari Kerja Bisa Dapat iPhone 17 Pro, RI Berapa Lama?
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga iPhone 17 Pro ternyata bisa menjadi cermin daya beli masyarakat. Di negara-negara kaya, ponsel ini dapat dibeli hanya dengan hasil kerja kurang dari sepekan, sementara di negara lain membutuhkan waktu berbulan-bulan.
Perbandingan 33 negara ini dihitung berdasarkan harga iPhone lokal, rata-rata pendapatan bulanan, dan jam kerja mingguan dari data Badan Buruh Dunia (ILO), sehingga menunjukkan seberapa besar beban harga iPhone terhadap pendapatan pekerja di masing-masing negara.
Perhitungan yang menggunakan harga iPhone di masing-masing negara, serta data rata-rata upah bulanan dan jam kerja mingguan dari International Labour Organization (ILO) menunjukkan hasil yang sangat berbeda.
Hasil perbandingan tersebut bukan sekadar menunjukkan negara mana yang menjual iPhone lebih murah, tetapi seberapa banyak waktu kerja yang harus dikorbankan untuk memilikinya.
Satu iPhone bisa terasa seperti pembelian kecil bagi pekerja di negara berpendapatan tinggi, tetapi menjadi hasil kerja berbulan-bulan bagi pekerja di negara lain. Perbedaannya bukan pada barangnya, melainkan pada daya beli orang yang membelinya.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa harga nominal bukan satu-satunya ukuran keterjangkauan. Pendapatan dan daya beli menjadi faktor yang jauh lebih menentukan. Semakin kecil pendapatan dibandingkan harga produk, semakin banyak waktu kerja yang harus "ditukar" untuk memilikinya.
Eropa Mendominasi Negara Paling Terjangkau
Di Luxemburg dan Swiss, pekerja rata-rata hanya perlu tiga hari kerja untuk mengumpulkan penghasilan yang cukup membeli ponsel tersebut. Sebaliknya, pekerja di India membutuhkan 160 hari kerja, atau lebih dari lima bulan.
Luksemburg menjadi salah satu negara dengan daya beli iPhone 17 Pro tertinggi. Meski upah minimum di negara tersebut mencapai €2.771 per bulan untuk pekerja tidak terampil dan €3.326 untuk pekerja terampil atau sekitar Rp 57,04-68,46 juta per bulan (1€= Rp 20.584).
Perhitungan berdasarkan pendapatan rata-rata menunjukkan pekerja Luksemburg hanya membutuhkan sekitar tiga hari kerja untuk membeli iPhone 17 Pro. Tingginya pendapatan rata-rata, ditambah jam kerja yang relatif lebih rendah, membuat harga iPhone menjadi jauh lebih terjangkau dibandingkan negara lain.
Selain pendapatan yang tinggi, pekerja Luksemburg juga memiliki rata-rata jam kerja yang relatif rendah, sekitar 35,5 jam per minggu berdasarkan data ILO. Kombinasi pendapatan tinggi dan jam kerja yang lebih pendek membuat daya beli pekerja Luksemburg terhadap iPhone jauh lebih besar dibandingkan negara lain.
Negara-negara Eropa mendominasi posisi teratas dalam daftar keterjangkauan iPhone 17 Pro. Selain Luksemburg dan Swiss yang hanya membutuhkan tiga hari kerja, pekerja di Belgia, Denmark, Belanda, dan Norwegia membutuhkan sekitar empat hari.
Sementara itu, Austria, Finlandia, Irlandia, dan Jerman berada di kisaran lima hari. Pekerja di Prancis membutuhkan enam hari dan Inggris tujuh hari.
Namun, kesenjangan di Eropa tetap terlihat. Pekerja Portugal membutuhkan 24 hari kerja, Polandia 17 hari, dan Hungaria 27 hari untuk membeli perangkat yang sama.
Perbedaan tersebut terutama mencerminkan kesenjangan pendapatan dan daya beli. Harga iPhone memang penting, tetapi seberapa besar harga tersebut membebani pekerja sangat bergantung pada penghasilan mereka.
India Butuh 160 Hari Kerja
Kesenjangan semakin lebar di negara berkembang. Pekerja di Chile membutuhkan 32 hari kerja, Malaysia 45 hari, Thailand 61 hari, dan Brasil 77 hari. Di Turki, waktunya mencapai 89 hari, sedangkan Vietnam 99 hari.
Filipina bahkan membutuhkan 101 hari kerja. Posisi paling bawah ditempati India, dengan kebutuhan mencapai 160 hari kerja.
Artinya, pekerja India membutuhkan waktu lebih dari 50 kali lipat dibandingkan pekerja di Luksemburg atau Swiss untuk membeli iPhone 17 Pro yang sama.
Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia juga menunjukkan tantangan daya beli yang cukup besar. Karena data ILO Indonesia yang terbaru 2023 maka perbandingan tabel di atas menjadi kurang relevan.
Jika membandingkan Upah Minimum Regional (UMR) 2026 tertinggi di Indonesia yakni di Jakarta (Rp5.729.876 per bulan) sementara harga iPhone 17 Pro sekitar Rp 23 juta maka dibutuhkan waktu empat bulan.
(mae/mae)