MARKET DATA

Sedih! Tahun Lalu Ramai & Berisik: IPO di 2026 Sepi, Baru 7 Emiten

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
28 August 2026 10:55
IPO RANS dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Haji Isam, Boy Thohir, hingga Anindya Bakrie. (CNBC Indonesia/Mentari Puspadini)
Foto: IPO RANS dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Haji Isam, Boy Thohir, hingga Anindya Bakrie. (CNBC Indonesia/Mentari Puspadini)

Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Indonesia melambat tajam sepanjang 2026.

Hingga menjelang akhir Agustus 2026, terdapat delapan perusahaan yang masuk ke pasar IPO. Jumlah tersebut mencakup tujuh emiten yang sudah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) yang sedang menjalani proses IPO.

Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir Agustus 2025, terdapat 22 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun sekitar Rp10,39 triliun.

Dengan demikian, jumlah perusahaan yang masuk pasar IPO tahun ini berkurang 14 perusahaan atau turun sekitar 63,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah tersebut juga berarti aktivitas IPO tahun ini baru mencapai sekitar 36,4% dari pencapaian tahun sebelumnya.

Perlambatan bukan hanya terlihat dari jumlah perusahaan, tetapi juga waktu pencatatannya. Sepanjang 2026, aktivitas IPO terkonsentrasi pada April dan Juli, sementara pada beberapa bulan lainnya tidak terdapat emiten baru yang melantai.

Daftar IPO hingga Akhir Agustus 2025

Pasar IPO Indonesia pada 2025 terbilang lebih ramai. Aktivitas pencatatan terutama terkonsentrasi pada Januari dan Juli, dengan masing-masing bulan menyumbang delapan emiten baru.

Sejumlah nama yang menarik perhatian investor turut masuk dalam gelombang IPO tersebut, seperti RATU, YUPI, FORE, CDIA, dan COIN. Berikut daftar 22 perusahaan yang telah IPO hingga akhir Agustus 2025:

Sebanyak 16 dari total 22 emiten tersebut tercatat pada Januari dan Juli. Hal ini membuat kedua bulan tersebut menyumbang sekitar 72,7% dari seluruh IPO hingga akhir Agustus 2025.

Delapan Perusahaan Masuk Pasar IPO pada 2026

IPO pertama pada 2026 baru berlangsung pada April melalui PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA). Setelah itu, aktivitas pencatatan kembali sepi sampai muncul gelombang enam IPO baru pada awal Juli. Artinya, yang sudah resmi melantai di bursa baru ada tujuh perusahaan.

Nama terbaru adalah PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), perusahaan manufaktur produk kesehatan berbasis riset. SWAP menjalani masa penawaran awal pada 24-27 Agustus 2026 dan dijadwalkan mencatatkan sahamnya di BEI pada 10 September 2026.

Masuknya SWAP membuat jumlah perusahaan yang meramaikan pasar IPO pada 2026 bertambah menjadi delapan. Namun, angka tersebut masih tertinggal 14 perusahaan dibandingkan 22 IPO hingga akhir Agustus 2025.

Secara keseluruhan, aktivitas IPO menyusut sekitar 63,6%. Angka delapan tersebut mencakup tujuh emiten yang sudah resmi melantai dan satu perusahaan yang sedang menjalani proses IPO.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan pasar IPO Indonesia masih terbatas. Kehadiran SWAP memberi tambahan aktivitas, tetapi belum cukup untuk mendekatkan jumlah IPO tahun ini dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)



Most Popular