Harga Emas Bangkit dengan Mengerikan! Terbang 4,3% Sehari, ke U$$ 4500
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas melonjak lebih dari 3% ke level tertinggi dalam lebih dari dua setengah bulan setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) secara mengejutkan meningkatkan dukungan likuiditas untuk obligasi tenor panjang.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (19/8/2026) ditutup di posisi US$ 4521, 09 per troy ons. Harganya terbang 4,33%.
Lonjakan harga ini membawa emas ke posisi tertinggi sejak 25 Mei 2026 atau lebih dari 2,5 bulan.
Pada hari ini emas sedikit melandai. Pada Kamis (21/8/2026) pukul 06.41 WIB, harra emas ada di US$ 4517,49 per troy ons, harganya melandai 0,08%.
Kenaikan emas terjadi setelah imbal hasil Treasury AS dan dolar melemah. Indeks dolar AS turun ke level 98 atau terendah dala dua bulan. Pelemahan ini membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
"Ini benar-benar di luar dugaan. Kondisi ini sangat bullish bagi emas karena imbal hasil Treasury tenor panjang turun dan berpotensi membuat dolar semakin melemah," ujar Robert Gottlieb, pakar industri sekaligus mantan Kepala Logam Mulia di Koch Supply and Trading, dikutip dari Refinitiv.
Sementara itu, TD Securities menilai arus investasi ke emas berpotensi kembali deras setelah sempat mereda dalam beberapa hari terakhir.
"Arus investasi emas dapat dengan cepat kembali di tengah dukungan likuiditas dari Departemen Keuangan AS, sikap The Fed yang bersedia mengabaikan sementara dampak guncangan energi, serta meningkatnya narasi stagflasi. Semua faktor tersebut pada akhirnya berpotensi mendorong suku bunga riil lebih rendah," tulis TD Securities dalam catatannya.
Departemen Keuangan AS menyatakan akan menggandakan ukuran program buyback obligasi tenor panjang, sehingga imbal hasil Treasury 30 tahun turun tajam dari level tertinggi hampir 19 tahun.
Secara teknikal, harga emas juga berhasil menembus rata-rata pergerakan 100 hari di sekitar US$4.381, memperkuat momentum kenaikan.
Sementara itu, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada rapat 15-16 September, dengan probabilitas sekitar 65%, menurut CME FedWatch.
Logam mulia lainnya ikut menguat. Perak naik 4,3% menjadi US$66,03,
Harga perak ikut terbang.
Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Rabu (19/8/2026) ditutup di posisi US$ 66,92 per troy ons. Harganya melesat 5,72%.
Lonjakan harga ini membawa emas ke posisi tertinggi sejak 17 Juni 2026 atau tertinggi dua bulan.
Pada hari ini perak sedikit melemah. Pada Kamis (21/8/2026) pukul 06.46 WIB, harga perak ada di US$ 66,87 per troy ons, harganya melandai 0,06%.
(mae/mae) Next Article Harga Emas Terbang, Rekor Tertinggi 2,5 Bulan: Dolar Jadi Bahan Bakar