Laut RI Bernilai Rp600 T, Prabowo: Baru 5% Dinikmati RI, Sisanya Asing
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menyoroti besarnya potensi sektor perikanan Indonesia sekaligus pentingnya meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan bersama MPR, DPR, dan DPD RI 2026, Prabowo menyebut pemerintah tengah membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung aktivitas perikanan.
Pemerintah mengembangkan Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi pelabuhan, dermaga, tempat pelelangan ikan, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), bengkel, fasilitas pengolahan hasil laut, perumahan, hingga fasilitas sosial.
Menurut Prabowo, potensi perikanan Indonesia sangat besar yakni sekitar US$ 34 miliar atau Rp 612 triliun.
"Target kita 1.386 kampung nelayan akan berdiri dan berfungsi pada akhir Desember 2026. Laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran nelayan Indonesia. Nilai perikanan kita setiap tahun adalah sekitar US$34 miliar. Baru hanya mungkin 5% yang dapat kita nikmati. Sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain tanpa izin kita. Bayangkan berapa nilai yang kita hilang tiap hari tiap malam," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo menyebutkan bahwa 100 kampung telah dibangun, sementara pemerintah menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih yang akan berfungsi pada akhir Desember 2026.
Prabowo juga memastikan pemerintah akan terus memperbaiki sektor perikanan.
"Kita juga harus membangun armada kapal ikan yang modern. Kita butuh belasan ribu kapal. Ini tantangan berat tapi kita harus mulai. Pada tahun 2027 yang akan datang kita targetkan kita akan mulai membangun 1.582 kapal ikan modern." imbuhnya.
Upaya pemerintah dalam memperbaiki sektor perikanan suda tercermin dari sejumlah indikator.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor perikanan tangkap meningkat dari US$422,35 juta pada 2024 menjadi US$452,64 juta pada 2025, atau tumbuh 7,17% secara tahunan.
Perbaikan juga terlihat dari Nilai Tukar Nelayan (NTN). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mencatat NTN pada Juli 2026 mencapai 108,49, naik 0,95% dibandingkan bulan sebelumnya.
NTN merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima nelayan dengan indeks harga yang dibayarkan nelayan. Kenaikan indikator ini mengindikasikan membaiknya daya tukar nelayan.
Indikator perbaikan kualitas hidup nelayan RI Foto: KKP |
Kenaikan nilai ekspor dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) menunjukkan adanya perbaikan pada sejumlah indikator sektor perikanan.
Di tengah perkembangan tersebut, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi nelayan, terutama melalui penyediaan infrastruktur untuk pendaratan, penyimpanan, pelelangan, hingga pengolahan hasil tangkapan.
Perbaikan sektor perikanan juga berimbas pada setoran penerimaan negara. Penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) dari sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp 1,03 triliun pada 2025, dari Rp 951 miliar pada 2024.
