Harga Emas Rekor Tertinggi 9 Minggu ke US$4400, Bandar Banyak FOMO
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas naik ke level tertinggi dalam sembilan minggu didorong momentum bullish dan kekhawatiran investor ketinggalan momentum kenaikan (fear of missing out/FOMO). Investor kini menunggu data inflasi AS untuk memperkirakan langkah kebijakan The Fed.
Pada perdagangan Jumat, harga emas ditutup di posisi US$ 4388,5 per troy ons. Harganya melesat 1,08%. Posisi penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 4 uni 2026 atau sembilan pekan lebih.
Harga penutupan kemarin juga memperpanjang tren positif emas dengan menguat 3,52% dalam dua hari terakhir.
Harga emas masih menguat pada hari ini. Pada Selasa (11/8/2026) pukul 06.44 WIB, harga emas menguat 0,22% ke US$ 4398,09 per troy ons. Harga emas bahkan sempat menyentuh level USS 4400 pada Selasa pukul 06.01 WIB.
Analis StoneX Bob Haberkorn mengatakan momentum teknikal emas saat ini masih sangat kuat. Pembelian emas oleh China, rilis data inflasi dan inflasi produsen (PPI) Amerika Serikat, serta FOMO terhadap peluang harga kembali menembus US$4.500 turut menopang emas.
"Momentum teknikal emas saat ini secara keseluruhan cukup kuat," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di StoneX, dikutip dari Refinitiv.
"Perdagangan masih berlangsung hati-hati, dengan China terus membeli emas dan investor menunggu laporan CPI dan PPI Juli yang akan dirilis pekan ini. Ada semacam FOMO (takut ketinggalan momentum) jika harga kembali menembus US$4.500 untuk saat ini." imbuhnya,
Bank sentral China juga meningkatkan pembelian emas pada Juli, dengan menambah cadangan emas dalam jumlah terbesar sejak Oktober 2023.
Investor kini menunggu data inflasi AS pada Rabu dan PPI pada Kamis. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan inflasi CPI Juli mencapai 3,4% secara tahunan, turun dari 3,5% pada Juni.
Data inflasi menjadi penting karena dapat menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch, pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 52% pada September dan 81% pada Desember.
Emas biasanya kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, Iran mengatakan hampir mencapai kesepakatan final dengan Oman mengenai jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz, tetapi kembali menegaskan bahwa AS harus memenuhi sejumlah tuntutan sebelum jalur strategis tersebut dibuka kembali.