Industri Susu Jadi Bintang Baru Ekonomi RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Permintaan susu pada kuartal II-2026 meningkat tajam. Kenaikan ini ikut mendorong lonjakan pertumbuhan industrinya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri pengolahan susu segar melonjak 17,3% pada kuartal II-2026 dibandingkan kuartal I-2026. Secara tahunan (Year on Year/YoY), industrinya tumbuh 29,89%.
Industri pengolahan susu disebut sebagai salah satu produk yang menopang pertumbuhan industri makanan dan minuman.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan industri makanan dan minuman tumbuh 6,51% secara tahunan (year on year/yoy). Permintaan dari pasar domestik dan ekspor menjadi penopang utama, dengan produk yang disebut secara spesifik meliputi ikan olahan, daging ayam, susu, dan produk olahan susu.
"Industri makanan dan minuman tumbuh 6,51% ditopang oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri seperti ikan olahan, daging ayam, susu, dan produk dari susu," ujar Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).
Pernyataan tersebut menarik karena selama ini komoditas yang sering disorot dalam paparan PDB lebih banyak berkaitan dengan mineral, sawit, batu bara, atau manufaktur berbasis logam. Kali ini, produk susu masuk dalam daftar industri yang mendapat perhatian langsung dari BPS.
Data BPS juga memperlihatkan tren produksi susu perusahaan sapi perah yang terus membaik. Volume produksi mencapai 169,2 juta liter pada 2025, naik dari 163,1 juta liter pada 2024. Nilai produksinya ikut meningkat dari Rp1,33 triliun menjadi Rp1,41 triliun.
Kenaikan produksi tersebut berlangsung seiring membaiknya permintaan industri makanan dan minuman. Di sisi lain, pemerintah juga terus memperluas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan pasokan protein hewani dan produk olahan susu dalam jumlah lebih besar.
Meski BPS belum merinci kontribusi susu terhadap total pertumbuhan industri makanan dan minuman, penyebutan komoditas ini dalam paparan resmi PDB memberi sinyal bahwa skala industrinya mulai lebih besar dibandingkan periode-periode sebelumnya. Bagi pelaku industri susu, momentum ini membuka peluang peningkatan investasi di sektor peternakan sapi perah, pengolahan, hingga rantai pasok bahan baku.
CNBCÂ Indonesia Research
(emb/emb)