MARKET DATA

HATM Tancap Gas! Laba Naik 667% dan Siap Ekspansi Armada

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia
04 August 2026 13:40
PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
Foto: PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)

Jakarta,CNBC Indonesia - Saham PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dibuka di level Rp530 pada perdagangan Senin (3/8/2026).

Pergerakan saham emiten pelayaran tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap kinerja fundamental perseroan yang mencatat lonjakan laba signifikan pada kuartal II 2026, sekaligus menjadi salah satu yang terbaik di sektor angkutan komoditas 

Berdasarkan laporan keuangan kuartal II 2026, pendapatan HATM naik menjadi Rp292 miliar, meningkat 28% secara QoQ dari Rp228 miliar pada kuartal I 2026. Pertumbuhan tersebut relatif sejalan dengan emiten pembanding di sektor pelayaran seperti saham PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) yang naik 32%, PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY)  menanjak 31%, dan PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) yang tumbuh 13%. 

Dari sisi profitabilitas, Laba bersih HATM melonjak dari sekitar Rp6 miliar menjadi Rp46 miliar, atau tumbuh 667% QoQ. Angka tersebut menjadi pertumbuhan laba tercepat dibandingkan perusahaan sejenis.

Pada periode yang sama, PSAT hanya mencatat pertumbuhan laba sekitar 50%, sementara PSSI masih membukukan rugi meski mulai membaik dan NELY baru berbalik mencatat laba tipis dari posisi rugi.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa HATM tidak hanya berhasil meningkatkan pendapatan, tetapi juga mampu mengoptimalkan struktur biaya operasional sehingga menghasilkan peningkatan margin yang jauh lebih besar dibandingkan pertumbuhan penjualannya.

Dengan kata lain, perusahaan berhasil mengonversi pertumbuhan bisnis menjadi lonjakan laba yang lebih efisien dibandingkan para pesaingnya

Lonjakan laba tersebut menunjukkan kemampuan HATM dalam meningkatkan efisiensi operasional di tengah pertumbuhan bisnis.

Dengan kenaikan pendapatan yang tidak jauh berbeda dibandingkan para pesaingnya, perusahaan mampu menghasilkan peningkatan profitabilitas yang jauh lebih tinggi. Kondisi ini menjadikan HATM sebagai emiten dengan pemulihan laba tercepat di sektor pengangkutan komoditas pada periode tersebut.

Di sisi lain, HATM sebelumnya juga mengumumkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 800 juta saham, setara 9,22% dari modal ditempatkan dan disetor.

Perseroan menyatakan langkah tersebut bertujuan memperkuat struktur permodalan guna mendukung pertumbuhan usaha. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk belanja modal berupa penambahan armada kapal, pembayaran pinjaman bank, dan modal kerja.

HATM juga telah memperluas basis pelanggan dengan melayani sejumlah perusahaan besar seperti BIB yang merupakan anak usaha GEMS (Sinar Mas Group), Beruang Maritim Indonesia (BMI) yang merupakan anak usaha WBSA, Xiangyu Shipping, serta Tsingshan Group. Kehadiran pelanggan-pelanggan tersebut memperkuat kualitas pendapatan sekaligus meningkatkan visibilitas bisnis perseroan ke depan.

Dari sisi struktur keuangan, HATM juga masih memiliki rasio Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0,16 kali, lebih rendah dibandingkan NELY (0,28 kali) dan PSAT (0,29 kali), serta relatif sebanding dengan PSSI (0,14 kali). Struktur permodalan yang masih sehat tersebut dinilai memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi di tengah meningkatnya kebutuhan jasa angkutan laut.

Dengan kombinasi pertumbuhan laba yang melampaui emiten sejenis, prospek industri yang membaik, rencana penguatan modal melalui private placement, serta bertambahnya pelanggan strategis, HATM dinilai berada pada posisi yang kuat untuk melanjutkan momentum pertumbuhan pada paruh kedua 2026

CNBC Indonesia Research

(saw/saw)



Most Popular