MARKET DATA

Daftar Pekerjaan Paling Sulit Digantikan AI, Perawat Juara

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia
04 August 2026 12:45
5 Jabatan PEkerja Migran indonesia, Perawat RI Jadi Rebutan Dunia
Foto: Infografis/5 Jabatan PEkerja Migran indonesia, Perawat RI Jadi Rebutan Dunia/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak mengambil alih berbagai pekerjaan, mulai dari menulis, membuat presentasi, hingga menganalisis data. Namun, tidak semua profesi memiliki risiko yang sama.

Data JobZone Risk yang dipadukan dengan prospek ketenagakerjaan dari U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan hanya empat dari 20 pekerjaan dengan permintaan terbesar di Amerika Serikat yang memiliki skor ketahanan AI di atas 60.

Artinya, pekerjaan yang benar-benar sulit digantikan AI masih tergolong langka. Sebagian besar tetap berpotensi berubah seiring meningkatnya kemampuan teknologi, meski bukan berarti akan hilang sepenuhnya.

Tidak Banyak Pekerjaan yang Benar-benar Tahan AI

Pemeringkatan tersebut menggabungkan dua faktor, yakni besarnya kebutuhan tenaga kerja dan tingkat ketahanan suatu pekerjaan terhadap otomatisasi berbasis AI.

Di posisi teratas terdapat registered nurse dengan skor ketahanan AI 82,2. Posisi berikutnya ditempati home health aide (72,7), elementary school teacher (70,0), serta nursing assistant/CNA (67,4).

Di luar empat profesi tersebut, seluruh pekerjaan dalam daftar memiliki skor di bawah 60.

Layanan Kesehatan Mendominasi

Perawat, pendamping pasien, maupun asisten perawat mengandalkan kemampuan yang hingga kini masih sulit direplikasi AI, mulai dari perawatan langsung kepada pasien, empati, penilaian klinis, hingga kemampuan mengambil keputusan dalam situasi yang terus berubah.

BLS juga masih memperkirakan permintaan tenaga kerja kesehatan akan terus meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia dan kebutuhan layanan kesehatan.

Di sisi lain, AI lebih banyak digunakan untuk membantu pekerjaan administratif tenaga medis dibanding menggantikan interaksi langsung dengan pasien.

Guru dan Pekerja Lapangan Masih Unggul

Ketahanan terhadap AI juga terlihat pada sektor pendidikan dan pekerjaan teknis.

Guru sekolah dasar memperoleh skor 70, sementara teaching assistant mencatat skor 51,2.

 

Pekerjaan seperti teknisi perawatan (general maintenance and repair worker) dengan skor 53,9 serta pekerja konstruksi (53,2) juga berada di kelompok atas.

Kesamaan profesi-profesi tersebut adalah tingginya kebutuhan adaptasi di lapangan, kreativitas, pengambilan keputusan, hingga interaksi langsung dengan manusia. Karakteristik itu masih menjadi tantangan bagi sistem AI.

Jabatan Tinggi Belum Tentu Lebih Aman

Sebaliknya, beberapa profesi yang mempekerjakan jutaan orang justru memperoleh skor yang lebih rendah.

General and operations manager hanya mencatat skor 37,5, disusul pengemudi truk jarak jauh (36,0), supervisor penjualan ritel (34,7), pekerja logistik (29,9), hingga wholesale and manufacturing sales representative yang berada di posisi terakhir dengan skor 26,1.

Banyak tugas dalam pekerjaan tersebut berkaitan dengan pemrosesan informasi, administrasi, dokumentasi, maupun analisis yang kini semakin mudah dibantu AI generatif.

AI Mengubah Cara Bekerja

Meski begitu, hasil pemeringkatan ini tidak menunjukkan bahwa profesi dengan skor rendah akan hilang dari pasar kerja.

Sebaliknya, AI diperkirakan lebih banyak mengotomatisasi sebagian tugas dibanding menggantikan seluruh pekerjaan. Karena itu, kemampuan teknis saja semakin tidak cukup.

 

Di saat AI semakin mampu mengolah informasi, nilai tambah manusia justru semakin bergeser pada kemampuan yang lebih sulit diajarkan kepada mesin, seperti empati, kepemimpinan, kreativitas, komunikasi, serta pemecahan masalah.



(mae/mae)



Most Popular