MARKET DATA

RI Masuk Klub Raksasa Pertanian Dunia, Kuasai 62% Pangan Global

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia
04 August 2026 11:55
Foto udara menujukkan lahan sawah di Merauke. (Kementan)
Foto: Foto udara menujukkan lahan sawah di Merauke. (Kementan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai produksi pertanian dunia mencapai US$5,2 triliun pada 2024. Menariknya, lebih dari sepertiga nilai tersebut berasal dari satu negara saja.

Data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menunjukkan China menghasilkan nilai produksi pertanian sekitar US$1,9 triliun atau 35,6% dari total dunia. Nilainya bahkan lebih besar dibandingkan gabungan India, Amerika Serikat, dan Brasil yang berada tepat di bawahnya.

Di tengah dominasi negara-negara raksasa tersebut, Indonesia muncul di posisi kelima dunia dengan nilai produksi pertanian mencapai US$145 miliar atau sekitar 2,8% dari total global.

Gabungan kelima negara terbesar yakni China, India, AS,Brasil dan Indonesia menyumbang 61,8% atau hampir 62% dari total global.

Peta Produksi Pertanian Dunia

Empat negara teratas masih menjadi tulang punggung pertanian global.

China berada di posisi pertama dengan nilai produksi US$1,9 triliun. India menyusul sebesar US$573 miliar, kemudian Amerika Serikat US$451 miliar dan Brasil US$204 miliar.

Keempat negara tersebut secara bersama-sama menyumbang hampir 60% nilai produksi pertanian dunia. Artinya, lebih dari separuh aktivitas pertanian global terkonsentrasi hanya di segelintir negara.

Di bawah kelompok tersebut, Indonesia berada di peringkat kelima dengan nilai produksi US$145 miliar, diikuti Türkiye, Rusia, Jepang, Prancis, dan Meksiko.

China Sulit Dikejar

Dominasi China sangat mencolok. Nilai produksi pertaniannya mencapai US$1,9 triliun, hampir empat kali lebih besar dibandingkan India di posisi kedua dan bahkan melampaui gabungan India, Amerika Serikat, serta Brasil.

Besarnya produksi tersebut ditopang sistem pangan domestik yang melayani populasi lebih dari satu miliar penduduk sekaligus menjadikan China salah satu pusat produksi pangan terbesar di dunia.

Indonesia Masuk Lima Besar

Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk lima besar ekonomi pertanian dunia.

Dengan nilai produksi mencapai US$145 miliar atau sekitar 2,8% dari total global, Indonesia berada di atas Türkiye, Rusia, Jepang, hingga Prancis.

 

Posisi tersebut menunjukkan besarnya skala sektor pertanian nasional dalam ukuran ekonomi, meski masih terpaut cukup jauh dibandingkan empat negara teratas.

Menurut FAO, peringkat ini didasarkan pada nilai produksi pertanian sepanjang 2024, bukan luas lahan maupun volume produksi.

Berbeda dengan Asia dan Amerika, produksi pertanian Eropa tidak didominasi satu negara.

Rusia menjadi produsen terbesar di kawasan, didukung sektor gandum, jelai, dan minyak bunga matahari. Sementara Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol lebih banyak menghasilkan komoditas bernilai tambah tinggi seperti anggur, produk susu, hingga minyak zaitun.

Karena itu, kekuatan pertanian Eropa tersebar di sejumlah negara, bukan bertumpu pada satu pemain utama.

Industri Bernilai Triliunan Dolar

Nilai produksi pertanian dunia mencapai US$5,2 triliun pada 2024.

FAO mencatat sektor ini memanfaatkan sekitar separuh lahan layak huni di dunia dan menjadi fondasi rantai pasok pangan global, perdagangan internasional, hingga mata pencaharian masyarakat pedesaan di berbagai negara.

Besarnya nilai ekonomi tersebut juga menjelaskan mengapa hanya sedikit negara yang memegang peran dominan dalam memasok kebutuhan pangan dunia.

 

(mae/mae)



Most Popular