15 Agenda Besar Guncang Pasar Awal Agustus: Data Ekonomi RI, China-AS
Dari pasar saham AS, Wall Street ditutup menguat pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (31/7/2026).
Saham menguat meski lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS masih membayangi pasar. Kenaikan tajam saham raksasa teknologi Amazon berhasil menopang sentimen investor dan mendorong tiga indeks utama berakhir di zona hijau.
Pada Jumat pekan lalu, indeks Nasdaq Composite melesat 1% ke level 25.373,85, sementara S&P 500 naik 0,7% menjadi 7.489,72. Adapun Dow Jones Industrial Average menguat 276,97 poin atau 0,53% ke posisi 52.485,03.
Di tengah reli saham, pasar tetap mencermati kenaikan yield obligasi AS.
Yield Treasury tenor 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2007 di kisaran 5,25%, sedangkan yield Treasury tenor 10 tahun sempat menembus 4,7%, level tertinggi sejak Januari 2025.
Lonjakan yield terjadi setelah pelaku pasar mulai meragukan kemampuan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam menjinakkan inflasi.
Meski Warsh menegaskan komitmennya melawan inflasi, pernyataannya bahwa "tidak ada tongkat sihir" untuk menyelesaikan masalah tersebut membuat pasar tetap waspada.
Di sisi lain, harga minyak dunia terus menguat akibat konflik Timur Tengah yang belum mereda.
Minyak mentah WTI naik 1,3% ke US$84,67 per barel, sedangkan Brent menguat 1,2% ke US$90,12 per barel. Kenaikan harga energi ini kembali memunculkan kekhawatiran tekanan inflasi ke depan.
Â
Dari sisi korporasi, Amazon menjadi bintang utama pasar setelah sahamnya melonjak 15%. Lonjakan tersebut dipicu kinerja kuartal II yang melampaui ekspektasi, terutama berkat kuatnya bisnis komputasi awan (cloud) yang semakin memperkuat optimisme terhadap belanja kecerdasan buatan (AI).
Sebaliknya, saham Apple anjlok lebih dari 7%. Meski pendapatan kuartalan perusahaan melampaui perkiraan dengan dukungan lonjakan penjualan iPhone sebesar 22%, pasar kecewa terhadap pendapatan segmen layanan (services) yang berada di bawah ekspektasi.
Sebelumnya, reli besar juga terjadi pada Microsoft yang melonjak 16% setelah pertumbuhan bisnis cloud Azure melampaui perkiraan pasar. Penguatan saham-saham teknologi ini membantu Wall Street bangkit dari tekanan sehari sebelumnya, ketika Dow Jones sempat ambruk lebih dari 1.100 poin, penurunan harian terburuk sejak April 2025.
Â
Secara mingguan, ketiga indeks utama masih mencatat kenaikan. Dow Jones dan S&P 500 masing-masing naik sekitar 1%, sementara Nasdaq menguat 1,6%.
Namun secara bulanan, S&P 500 turun 0,1% dan Nasdaq terkoreksi 3,2%. Dow Jones menjadi satu-satunya indeks utama yang bertahan positif pada Juli dengan kenaikan 0,3%, sekaligus mencatat empat bulan penguatan beruntun.
(mae/mae)