MARKET DATA

Asap Beracun Kebakaran Hutan Membawa Maut, Ribuan Orang Amerika Tewas

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia
02 August 2026 11:00
Pemandangan cakrawala Kota New York terlihat melalui lapisan asap kebakaran hutan di New York City, Amerika Serikat (AS), Kamis (16/72026). (REUTERS/Eduardo Munoz)
Foto: REUTERS/Eduardo Munoz

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran hutan yang melanda Amerika Utara sepanjang Juli diperkirakan telah menyebabkan ribuan kematian akibat paparan asap, jauh melampaui dampak kebakaran di Eropa.

Estimasi yang disusun menggunakan data sebaran asap kebakaran serta model mortalitas dari dua penelitian akademik yang dipublikasikan pada 2025 menunjukkan kebakaran sepanjang Juli memicu sekitar 1.400 hingga lebih dari 4.000 excess deaths atau kematian tambahan di Amerika Utara, bergantung pada metode perhitungan yang digunakan.

Sebagai perbandingan, estimasi untuk Eropa berada pada kisaran 18 hingga sekitar 415 kematian. Selisih tersebut bukan semata karena luas kebakaran, tetapi juga dipengaruhi banyaknya asap yang dihasilkan dan wilayah yang dilalui sebelum mencapai kawasan berpenduduk.

Pemandangan cakrawala Kota New York terlihat melalui lapisan asap kebakaran hutan di New York City, Amerika Serikat (AS), Kamis (16/72026). (REUTERS/Eduardo Munoz)Pemandangan cakrawala Kota New York terlihat melalui lapisan asap kebakaran hutan di New York City, Amerika Serikat (AS), Kamis (16/72026). (REUTERS/Eduardo Munoz) Foto: REUTERS/Eduardo Munoz

 

Asap Jadi Ancaman Terbesar

Korban kebakaran hutan tidak selalu berasal dari api yang membakar permukiman. Ancaman terbesar justru datang dari asap yang dapat terbawa angin hingga ratusan bahkan ribuan kilometer dari titik kebakaran.

Asap tersebut mengandung partikel halus PM2.5 atau partikel berdiameter 2,5 mikron atau lebih kecil. Polusi ini dapat masuk jauh ke paru-paru dan meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, serta berbagai gangguan pernapasan.

Perkiraan korban jiwa dalam analisis ini diperoleh dengan menggabungkan data terbaru mengenai asap kebakaran dengan model mortalitas dari dua penelitian akademik. Studi pertama dipimpin Qiang Zhang dari Tsinghua University, sedangkan studi kedua dipimpin Anna Alari dari Pompeu Fabra University.

Jarak wilayah dari bencanaJarak wilayah dari bencana Foto: Economist

Asap Menyelimuti Kawasan Padat Penduduk

Dampak terbesar terjadi di Amerika Utara setelah dua kompleks kebakaran besar di Ontario pada 11-20 Juli melepaskan sekitar 365.000 ton PM2.5 ke atmosfer, setara berat sekitar 40 Menara Eiffel.

Perkiraan Kumulatif Kematian Akut Akibat Asap Kebakaran Hutan, Berdasarkan Wilayah dan Model, Juli 2026*Perkiraan Kumulatif Kematian Akut Akibat Asap Kebakaran Hutan, Berdasarkan Wilayah dan Model, Juli 2026* Foto: Economist

Asap kemudian bergerak ke timur dan selatan, menyelimuti kawasan Great Lakes hingga timur laut Amerika Serikat yang merupakan salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di kawasan tersebut. Sejak pertengahan Juli, petugas pemadam juga masih berupaya mengendalikan hampir 900 kebakaran aktif di Kanada.

New York Catat Estimasi Korban Tertinggi

Sebaran asap tersebut membuat New York menjadi kota dengan estimasi korban tertinggi dalam analisis.

Selama periode 15-20 Juli, paparan udara beracun diperkirakan menyebabkan sedikitnya 200 excess deaths di kota tersebut. Angka itu menjadi yang tertinggi dibanding kota lain yang dianalisis.

Perkiraan Kematian Akut Akibat Asap Kebakaran Hutan, Berdasarkan Model, Juli 2026Perkiraan Kematian Akut Akibat Asap Kebakaran Hutan, Berdasarkan Model, Juli 2026 Foto: Economist

Asap Belum Banyak Menjangkau Kota Besar Eropa

Kebakaran di Prancis dan Spanyol memang mencatatkan rekor baru di kawasan Eropa. Namun volume asap yang dihasilkan masih jauh lebih rendah dibanding Amerika Utara.

Empat kebakaran yang dianalisis diperkirakan melepaskan sekitar 82.000 ton PM2.5. Sebagian asap bergerak ke Samudra Atlantik, sementara asap yang mengarah ke Yunani sebagian besar masih berada di lapisan atmosfer yang lebih tinggi sehingga belum banyak memengaruhi kualitas udara di permukaan.

Madrid dan Bordeaux sempat mengalami penurunan kualitas udara hingga mencapai tingkat berbahaya. Namun paparan tersebut belum sebesar yang terjadi di kawasan padat penduduk di Amerika Utara.

Risikonya Belum Berakhir

Estimasi tersebut juga belum mencerminkan seluruh dampak kesehatan akibat kebakaran hutan.

Qiang Zhang dan tim penelitinya memperkirakan kematian akibat paparan jangka panjang atau chronic deaths dapat mencapai sekitar delapan kali lebih tinggi dibanding kematian akut yang terjadi pada hari paparan asap.

Sementara itu, kebakaran di Prancis dan Spanyol masih berlangsung. Estimasi kematian akut di Eropa bahkan meningkat sekitar 20% hanya pada 29 Juli, menunjukkan bahwa besarnya dampak kesehatan masih akan bergantung pada arah angin, banyaknya asap yang dihasilkan, dan wilayah yang dilewati sebelum kebakaran berhasil dipadamkan.

 

(mae/mae)



Most Popular