Aset Pemerintah RI Tembus Rp14.600 Triliun, Ini Rinciannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai aset pemerintah mengalami kenaikan di sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh bertambahnya investasi jangka panjang dan aset tetap.
Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2025 yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), total aset pemerintah mencapai Rp14.600,98 triliun. Nilainya bertambah Rp908,62 triliun atau 6,64% dari posisi 2024 sebesar Rp13.692,37 triliun.
Kenaikan terbesar berasal dari investasi jangka panjang yang tumbuh 12,22% menjadi Rp4.928,37 triliun dari sebelumnya Rp4.391,55 triliun. Secara nominal, nilainya bertambah Rp536,82 triliun.
"Kenaikan terbesar Aset terjadi pada Investasi Jangka Panjang yang mengalami kenaikan sebesar Rp536.818.894.259.319 atau 12,22%," sebagaimana tertulis dalam LKPP 2025.
Aset tetap bersih menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp7.368,89 triliun, naik Rp219,07 triliun atau 3,06% dari Rp7.149,82 triliun.
Aset lainnya meningkat 9,30% menjadi Rp1.186,71 triliun, sedangkan aset lancar naik 5,52% menjadi Rp956,09 triliun. Piutang jangka panjang bertambah menjadi Rp50,10 triliun dan properti investasi mencapai Rp110,82 triliun.
Meski aset bertambah, kenaikannya lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kewajiban pemerintah. Total kewajiban meningkat 12,25% menjadi Rp11.527,29 triliun dari Rp10.269,02 triliun.
Kondisi tersebut membuat ekuitas pemerintah turun 10,21% menjadi Rp3.073,69 triliun dari sebelumnya Rp3.423,35 triliun.
Aset Tetap: Peralatan dan Mesin Mencatat Kenaikan Nominal Terbesar
Secara bruto, nilai aset tetap pemerintah meningkat 4,41% menjadi Rp9.102,46 triliun dari Rp8.718,20 triliun pada 2024.
Kenaikan nominal terbesar berasal dari peralatan dan mesin. Nilainya bertambah Rp147,40 triliun atau 14,07%, dari Rp1.047,71 triliun menjadi Rp1.195,11 triliun.
Sementara berdasarkan persentase, pertumbuhan tertinggi terjadi pada konstruksi dalam pengerjaan yang naik 22,86% menjadi Rp359,77 triliun. Secara nominal, kenaikannya mencapai Rp66,94 triliun.
Aset konsesi jasa bertambah Rp68,04 triliun menjadi Rp1.210,80 triliun. Jalan, irigasi, dan jaringan naik Rp56,61 triliun menjadi Rp1.275,64 triliun, sedangkan gedung dan bangunan meningkat Rp48,79 triliun menjadi Rp569,44 triliun.
Tanah menjadi satu-satunya kelompok aset tetap yang mengalami penurunan. Nilainya berkurang Rp10,18 triliun atau 0,23% menjadi Rp4.430,53 triliun.
Pada saat yang sama, akumulasi penyusutan aset tetap meningkat menjadi Rp1.733,58 triliun dari Rp1.568,38 triliun. Setelah memperhitungkan penyusutan, nilai aset tetap bersih pemerintah tercatat sebesar Rp7.368,89 triliun.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)