10 Perusahaan Sawit dengan Lahan Terluas di Dunia, Siapa dari RI?
Jakarta, CNBC Indonesia - Peta industri sawit global berubah. PalmCo, subholding perkebunan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV), kini menjadi perusahaan pengelola perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia berdasarkan luas areal yang dikelola.
PalmCo menunjukkan perusahaan mengelola kebun sawit terbesar di dunia seluas 586 ribu hektare kebun inti yang tersebar dari Aceh hingga Sulawesi. dan diharapkan menyentuh 708 ribu Ha dalam satu dasawarsa.
Angka tersebut sudah melampaui SD Guthrie Berhad (dahulu Sime Darby Plantation), yang berdasarkan informasi operasional perusahaan memiliki 568.323 hektare perkebunan sawit.
Posisi berikutnya ditempati Golden Agri-Resources (GAR) dengan sekitar 530.000 hektare area tertanam hingga kuartal I-2026. Di bawahnya terdapat FGV Holdings dengan 324.563 hektare, Kuala Lumpur Kepong (KLK) 301.090 hektare, dan Astra Agro Lestari 284.831 hektare.
Perubahan posisi ini merupakan dampak dari restrukturisasi PTPN Group yang membentuk PalmCo sebagai subholding sawit. Integrasi aset perkebunan membuat luas areal yang dikelola meningkat signifikan.
Pada April 2024, PTPN menyampaikan PalmCo mengelola sekitar 586 ribu hektare setelah kerja sama operasi (KSO) dengan PT Perkebunan Nusantara I (SupportingCo) berlaku efektif. Dalam dokumen perusahaan terbaru, luas kebun inti PalmCo tercatat 570.887,84 hektare.
Skala tersebut memberi PalmCo basis produksi yang besar di tengah pasar minyak sawit yang kembali menghangat.
Golden Agri-Resources dalam laporan kuartal I-2026 menyebut produksi sawit global masih menghadapi tantangan akibat siklus peremajaan tanaman, potensi El Niño, serta biaya input yang tinggi.
Pada saat yang sama, permintaan biodiesel di Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, dan Thailand terus meningkat seiring kenaikan harga energi.
Besarnya areal perkebunan menjadi salah satu modal penting untuk menjaga pasokan tandan buah segar dan produksi crude palm oil (CPO) dalam jangka panjang.
Namun, luas lahan bukan satu-satunya penentu kinerja. Produktivitas tanaman, komposisi umur pohon, efisiensi operasional, serta keberhasilan program peremajaan tetap menjadi faktor yang menentukan daya saing perusahaan.
PalmCo juga memiliki jaringan kemitraan dengan petani swadaya yang mengelola sekitar 219.503 hektare, atau setara 38,63% dari luas kebun inti perusahaan. Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)