MARKET DATA

Selain RI, Ini 10 Negara yang Terbitkan Panda Bond: Ada Korea

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
24 July 2026 12:45
Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia telah merampungkan penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond pada Kamis (23/7/2026).

Dalam penerbitan perdana ini, pemerintah meraup CNY7 miliar atau sekitar Rp18,58 triliun (asumsi kurs Rp2.655/CNY). Nilainya juga setara dengan sekitar US$1 miliar.

Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Indonesia menawarkan dua tenor. Panda Bond tenor tiga tahun diterbitkan senilai CNY5,6 miliar atau sekitar Rp14,87 triliun. Sementara tenor lima tahun mencapai CNY1,4 miliar atau sekitar Rp3,72 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengungkapkan bahwa penerbitan tersebut mengalami kelebihan permintaan hingga 2,4 kali.

"(Oversubscribed) 2,4 kali. Printed sebanyak CNY7 miliar dan order book CNY17 miliar," kata Suminto kepada CNBC Indonesia, Kamis malam (23/7/2026).

Total permintaan yang masuk mencapai CNY17 miliar atau sekitar Rp45,14 triliun.

Permintaan untuk tenor tiga tahun mencapai CNY12,38 miliar atau sekitar Rp32,87 triliun, dengan bid-to-cover ratio 2,2 kali. Sementara permintaan tenor lima tahun mencapai CNY4,62 miliar atau sekitar Rp12,27 triliun, dengan bid-to-cover ratio 3,3 kali.

Kementerian Keuangan menetapkan yield sebesar 1,90% untuk tenor tiga tahun dan 2,19% untuk tenor lima tahun. Setelmen penerbitan dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026.

Penerbitan perdana ini resmi menempatkan Indonesia dalam daftar negara yang telah mengakses pasar obligasi domestik China.

Negara Mana Saja yang Sudah Terbitkan Panda Bond?

Indonesia bukan negara pertama yang menerbitkan Panda Bond. Sejumlah pemerintah berbagai negara telah lebih dulu menjual surat utang berdenominasi yuan di pasar domestik China.

Korea Selatan menjadi pelopor pada 2015. Setelah itu, Polandia, Hungaria, Uni Emirat Arab, Filipina, Portugal, dan Mesir ikut masuk ke pasar ini.

Pada 2026, jumlah penerbit bertambah dengan masuknya Slovenia, Pakistan, Kazakhstan, dan Indonesia.

Pakistan menerbitkan Panda Bond perdananya senilai CNY1,75 miliar atau sekitar Rp4,65 triliun. Penerbitan tersebut mendapat dukungan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dan Asian Development Bank (ADB).

Di Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara kedua setelah Filipina yang menerbitkan Panda Bond.

Selain Negara, panda bond turut dimanfaatkan bank global seperti Morgan Stanley, Deutsche Bank, dan BNP Paribas serta perusahaan multinasional seperti Volkswagen dan Henkel.

Tingginya minta akan penerbitan Panda Bond tersebut juga terlihat dari kenaikan nilai penerbitan.

Berdasarkan data bank sentral China (People's Bank of China/PBOC). Sepanjang semester I-2026, nilai penerbitan Panda Bond melonjak hingga 69% secara tahunan dengan total sekitar CNY160 miliar atau setara Rp424,8 triliun.

Brasil Juga Bersiap Terbitkan Panda Bonds

Brasil juga tengah menyiapkan penerbitan perdana Panda Bond hingga CNY5 miliar atau sekitar US$735 juta.

Penerbitan tersebut akan menjadi langkah awal Brasil membangun rekam jejak pembiayaan dalam yuan di pasar domestik China.

Pemerintah Brasil juga berharap langkah ini dapat membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan dalam negeri untuk ikut mengakses pendanaan yuan di China.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular