MARKET DATA

Tak Cuma Purbaya, Sederet Negara Ini Tinggalkan Dolar-Incar Panda Bond

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
26 June 2026 16:05
Mata uang Rupiah, Yuan, dan Won. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Mata uang Rupiah, Yuan, dan Won. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia bersiap menerbitkan surat utang berdenominasi yuan di pasar domestik China atau yang dikenal sebagai Panda Bond. Instrumen ini diperkirakan akan diterbitkan dalam waktu dekat, yakni pada akhir Juni atau awal Juli 2026.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan proses penerbitan Panda Bond masih berjalan sesuai jadwal.

Bahkan, dalam kunjungan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke China beberapa waktu lalu, pemerintah juga telah bertemu dengan bank sentral China atau People's Bank of China (PBoC) untuk membahas percepatan proses perizinan.

Sebelumnya, pemerintah menyebut target awal penerbitan Panda Bond berada di kisaran US$1 miliar. Namun, nilainya masih bisa disesuaikan dengan kondisi pasar dan minat investor.

Apa Itu Panda Bond?

Panda Bond adalah surat utang berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar obligasi domestik China.

Entitas asing ini bisa berupa pemerintah negara lain, lembaga pembangunan internasional, lembaga keuangan, hingga perusahaan non-keuangan.

Instrumen ini pertama kali muncul pada 2005, ketika lembaga pembangunan internasional mulai diperbolehkan menerbitkan obligasi berdenominasi RMB di China. Setelah itu, obligasi RMB yang diterbitkan oleh institusi luar China di pasar domestik China dikenal sebagai Panda Bond.

Secara sederhana, Panda Bond mirip dengan surat utang global lain, tetapi mata uang dan pasarnya berbeda.

Jika global bond Indonesia umumnya diterbitkan dalam dolar AS, euro, atau yen, maka Panda Bond diterbitkan dalam yuan dan ditawarkan di pasar China daratan.

Pasar Panda Bond juga sedang tumbuh pesat. Berdasarkan catatan S&P Ratings China, penerbitan Panda Bond pada 2024 mencapai rekor RMB194,8 miliar melalui 110 transaksi oleh 44 penerbit. Sekitar 95% penerbitan tersebut dilakukan di pasar interbank China.

Memasuki 2026, minat terhadap Panda Bond juga masih kuat.

South China Morning Post mencatat penerbitan Panda Bond pada lima bulan pertama 2026 mencapai RMB136,5 miliar, naik 90,3% secara tahunan. Penerbitnya tidak hanya perusahaan dan bank internasional, tetapi juga pemerintah negara lain seperti Kazakhstan dan Pakistan.

Siapa yang Bisa Menerbitkan Panda Bond?

Panda Bond tidak hanya bisa diterbitkan oleh pemerintah asing. Berdasarkan kategori penerbitnya, instrumen ini juga bisa diterbitkan oleh lembaga pembangunan internasional, institusi keuangan, dan perusahaan non-keuangan.

Negara Mana Saja yang Sudah Terbitkan Panda Bond?

Indonesia bukan negara pertama yang masuk ke pasar Panda Bond. Sejumlah pemerintah negara lain sudah lebih dulu menerbitkan surat utang berdenominasi yuan di pasar domestik China.

Korea Selatan menjadi pelopor pada 2015. Setelah itu, negara-negara Eropa seperti Polandia, Hungaria, Portugal, dan Slovenia ikut masuk ke pasar ini. Dari Asia Tenggara, Filipina sudah lebih dulu menerbitkan Panda Bond pada 2018 dan kembali menerbitkannya pada 2019.

Dalam beberapa tahun terakhir, penerbitan dari negara berkembang juga makin terlihat. Mesir masuk melalui Sustainable Panda Bond pada 2023. Kemudian pada 2026, Pakistan dan Kazakhstan ikut menerbitkan Panda Bond untuk pertama kalinya.

Brasil Juga Mau Masuk, Bisa Jadi Debut Terbesar

Selain Indonesia, Brasil juga sedang bersiap masuk ke pasar Panda Bond. Reuters melaporkan Brasil berencana menerbitkan Panda Bond hingga RMB5 miliar atau sekitar US$735 juta. Jika terealisasi, penerbitan ini akan menjadi debut surat utang berdenominasi yuan terbesar oleh negara asing di pasar domestik China.

Rencana Brasil ini menarik karena dilakukan oleh salah satu ekonomi terbesar di Amerika Latin. Pemerintah Brasil melihat Panda Bond sebagai cara untuk mulai membangun rekam jejak pembiayaan berdenominasi yuan di China.

Menteri Keuangan Brasil Dario Durigan mengatakan penerbitan ini juga menjadi semacam uji coba bagi pemerintah Brasil.

Langkah tersebut diharapkan bisa membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan Brasil untuk ikut mengakses pendanaan yuan di pasar China.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular