Revolusi Generasi Muda Spanyol, 90 Menit Lagi Bisa Juara Piala Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Tim nasional Spanyol kembali menembus final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Prancis pada babak semifinal, Rabu (15/7/2026) dini hari waktu Indonesia.
La Roja tampil meyakinkan dan menang 2-0. Dua gol tanpa balas ke gawang Prancis membuat Spanyol melangkah ke partai puncak, menunggu pemenang laga semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina.
Keberhasilan ini menjadi momen penting untuk sepak bola Spanyol. Terakhir kali La Roja tampil di final Piala Dunia terjadi pada 2010 di Afrika Selatan. Saat itu, Spanyol keluar sebagai juara dunia untuk pertama kalinya.
Kini, setelah 16 tahun, Spanyol kembali memiliki peluang membawa pulang gelar juara. Spanyol seperti sedang menunjukkan bahwa mereka sudah siap membuka masa kejayaan barunya, dengan deretan pemain muda yang mulai mengambil alih permainan.Â
Jejak Era Emas Timnas Spanyol
Dalam sejarah sepak bola modern, Spanyol pernah punya generasi yang sangat sulit dilupakan. Nama seperti Iker Casillas, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Sergio Busquets, David Villa, hingga Sergio Ramos pernah membawa La Roja ke level tertinggi.
Generasi itu bukan hanya meraih gelar. Mereka juga mengubah cara dunia melihat sepak bola Spanyol.
Puncaknya terjadi pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Spanyol menjadi juara dunia untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Belanda di final. Saat itu, La Roja dikenal dengan permainan berbasis tiki-taka dengan penguasaan bola, umpan pendek, kesabaran, dan kontrol tempo.
Namun, setelah masa emas itu berlalu, Spanyol sempat redup. Mereka tetap punya banyak pemain bagus, tetapi belum lagi tampil sebagai tim yang benar-benar menujukkan hasil yang memuaskan.
Pedro Porro merayakan kemenangan usai Spanyol memastikan lolos ke final Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Prancis pada laga semifinal di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Selasa (14/7/2026). (REUTERS/Albert Gea) Foto: Pedro Porro merayakan kemenangan usai Spanyol memastikan lolos ke final Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Prancis pada laga semifinal di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Selasa (14/7/2026). (REUTERS/Albert Gea) |
Piala Dunia 2022 menjadi salah satu titik terendah. Spanyol terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari Maroko lewat adu penalti. Hasil itu memperlihatkan bahwa La Roja masih berada dalam masa transisi.
Perubahan mulai terasa setelah Euro 2024. Spanyol bangkit dan keluar sebagai juara. Gelar itu menjadi pertanda awal bahwa generasi baru La Roja mulai lahir.
Piala Dunia 2026 kemudian menjadi panggung pembuktian yang lebih besar. Setelah menyingkirkan Prancis dan kembali ke final, sinyal itu kini semakin kuat.
Era Keemasan Baru Spanyol Dimulai
Spanyol saat ini tidak lagi hanya hidup dari bayang-bayang generasi 2010. Skuad saat ini memiliki identitas baru. Lebih muda, lebih cepat, lebih berani, tetapi tetap menjaga permainan yang selama ini melekat pada La Roja.
Dari daftar 26 pemain yang dibawa ke Piala Dunia 2026, rata-rata usia pemain Spanyol sekitar 26,4 tahun. Angka ini membuat Spanyol menjadi salah satu skuad paling muda di antara negara semifinalis.
Jika dibandingkan dengan semifinalis lain, rata-rata usia Spanyol lebih muda dari Prancis, Inggris, dan Argentina. Rata-rata usia skuad Prancis berada di sekitar 27,1 tahun, Inggris 27,4 tahun, sementara Argentina menjadi yang paling senior dengan rata-rata 29,2 tahun.
Wajah muda Spanyol terlihat dari banyaknya pemain yang masih berada di usia awal 20-an. Lamine Yamal dan Pau Cubarsà baru berusia 19 tahun. Gavi masih 21 tahun, sementara Pedri, VÃctor Muñoz, dan Yéremy Pino berusia 23 tahun.
Memang, nama yang paling menojol adalah Lamine Yamal. Pemain Barcelona itu berposisi sebagai winger kanan. Di usia 19 tahun, Yamal sudah menjadi pemain termahal di skuad Spanyol dengan nilai pasar 200 juta euro.
Yamal pun ikut membawa Spanyol menjuarai Euro 2024 dan menjadi salah satu pemain muda paling disorot di turnamen kala itu. Kecepatan, keberanian melewati lawan, dan kreativitasnya dari sisi sayap membuat permainan cantik Timnas Spanyol semakin sulit dikalahkan.
Selain Yamal, ada Gavi yang juga bermain untuk Barcelona.
Pemain dengan posisi gelandang itu dikenal dengan energi, agresivitas, dan keberanian dalam duel satu lawan satunya. Di usia 21 tahun, Gavi sudah punya pengalaman besar bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol.
Di lini tengah, Pedri menjadi nama yang tidak kalah terkenal. Pemain Barcelona itu baru berusia 23 tahun, tetapi sudah menjadi salah satu pengatur permainan utama La Roja. Nilai pasarnya mencapai 150 juta euro atau tertinggi kedua di skuad Spanyol setelah Yamal.
Lamine Yamal bereaksi setelah dinyatakan berada dalam posisi offside pada laga semifinal Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Prancis di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Selasa (14/7/2026). (REUTERS/Hannah Mckay) Foto: Lamine Yamal bereaksi setelah dinyatakan berada dalam posisi offside pada laga semifinal Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Prancis di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Selasa (14/7/2026). (REUTERS/Hannah McKay) |
Sementara itu, Nico Williams memberi ancaman dari sisi serangan.
Penyerang Athletic Bilbao tersebut berusia 24 tahun yang dikenal punya kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan daya ledak dari sisi sayap.
Meski banyak dihuni pemain muda, skuad ini tidak hanya berisi talenta masa depan. Spanyol tetap punya nama yang lebih matang seperti Rodri, Fabián Ruiz, Dani Olmo, Ferran Torres, Aymeric Laporte, dan David Raya.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw) Addsource on Google

