Newsletter

Pekan Berat untuk RI, Badai Data dari China dan AS Siap Menghantam

Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
Senin, 13/07/2026 06:25 WIB
Foto: Ilustrasi/ Rupiah dan IHSG/ Aristya Rahadian
  • Pasar keuangan RI ditutup kompak pada zona penguatan baik IHSG, Rupiah, maupun SBN
  • Wall Street juga kompak di zona penguatan
  • Perkembangan perang hingga beragam data ekonomi akan menjadi penggerak utama pasar pada hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri ditutup kompak menguat pada perdagangan kemarin Jumat (10/7/2026). Bursa saham, rupiah, dan Surat Berharga Negara (SBN) ditutup menguat walaupun perang di Timur Tengah mulai menunjukkan keretakan.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan masih menghadapi tantangan pada hari ini dan satu pekan ke depan di tengah banyaknya pengumuman penting. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Jumat (10/7/2026), di tengah dominasi sentimen global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada akhir perdagangan sesi kedua IHSG naik 11,92 poin atau 0,20% ke level 5.924,36.

 

Sebanyak 364 saham menguat, 241 saham melemah, dan 185 saham bergerak stagnan, dengan nilai transaksi yang relatif sepi atau hanya mencapai Rp 8,86 triliun dan melibatkan 18,51 miliar saham dalam 1,91 juta kali transaksi.

Pasar juga ditutup tercatat masih mengalami net outflow pada sesi perdagangan tersebut sebesar Rp 421,70 miliar mengindikasikan year to date sebesar Rp 76,15 triliun.


(gls/gls) Add as a preferred
source on Google
Pages