MARKET DATA

Mengapa Makin Banyak Perempuan Melahirkan di Usia 40-an?

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia
11 July 2026 14:00
ibu hamil
Foto: Pexels

Jakarta, CNBC Indonesia - Untuk pertama kalinya, perempuan Amerika berusia 40 tahun ke atas melahirkan lebih banyak bayi dibanding remaja.

Perubahan itu muncul di tengah tren yang tampak bertolak belakang. Angka kelahiran Amerika terus menurun selama beberapa dekade terakhir, tetapi kelahiran dari kelompok usia 40-49 tahun justru meningkat.

Pada 2025, ibu berusia 40 tahun ke atas menyumbang 4,3% dari seluruh kelahiran di Amerika Serikat, lebih dari tiga kali lipat dibanding awal 1990-an. Dalam kurun 2015-2024, tingkat kelahiran perempuan usia 40-49 tahun juga naik 24% secara nasional.

Fenomena ini menunjukkan bahwa memiliki anak di usia 40-an bukan lagi sekadar pengecualian. Semakin banyak warga Amerika yang mencapai tonggak kehidupan penting, termasuk menjadi orang tua, pada usia yang lebih matang.

Melahirkan Setelah 40 Semakin Umum

Peningkatan tersebut terjadi hampir di seluruh Amerika Serikat, meski dengan laju yang berbeda-beda.

Berdasarkan penelitian terbaru yang menggunakan data National Vital Statistics System, Washington, D.C. mencatat tingkat kelahiran tertinggi untuk perempuan usia 40-49 tahun pada 2024, yakni 13,6 kelahiran per 1.000 perempuan. Posisi berikutnya ditempati oleh:

  • New York: 10,5

  • New Jersey: 9,8

  • Hawaii: 9,7

  • California: 9,6

Secara nasional, angkanya meningkat dari 5,8 menjadi 7,2 kelahiran per 1.000 perempuan dalam periode 2015-2024, atau naik 24%.

Artinya, menjadi orang tua di usia yang lebih matang bukan lagi fenomena yang hanya terlihat di beberapa kota besar. Polanya sudah muncul hampir di seluruh negeri.

Negara bagian dengan tingkat kelahiran tertinggi memiliki karakteristik yang hampir sama.

Sebagian besar memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi, biaya hidup yang mahal, dan harga rumah yang terus meningkat. Kondisi tersebut membuat banyak orang menunda berbagai keputusan besar, mulai dari membeli rumah, menikah, hingga memiliki anak.

 

Sebaliknya, tujuh dari sepuluh negara bagian dengan tingkat kelahiran terendah pada kelompok usia ini berada di kawasan selatan Amerika, termasuk West Virginia, Mississippi, dan Arkansas.

Meski demikian, sebagian besar wilayah tersebut tetap mencatat kenaikan dua digit dibanding 2015. Itu menunjukkan bahwa tren memiliki anak pada usia yang lebih matang tidak hanya terjadi di wilayah dengan biaya hidup tinggi.

Garis Waktu Kehidupan Bergeser

Perubahan ini juga terlihat dari usia perempuan saat melahirkan anak pertama.

Pada 1972, rata-rata perempuan Amerika menjadi ibu pertama pada usia 21 tahun. Pada 2023, angkanya mencapai rekor baru, yakni 27,5 tahun.

Perubahan tersebut mencerminkan bergesernya urutan berbagai tahap kehidupan. Dibanding generasi sebelumnya, semakin banyak orang menghabiskan usia 20-an untuk:

  • menempuh pendidikan lebih tinggi,

  • membangun karier,

  • mengejar kestabilan finansial,

  • membeli rumah,

  • baru kemudian menikah dan memiliki anak.

Ketika seluruh tahapan itu mundur, usia saat seseorang menjadi orang tua ikut bergeser.

Menjadi orang tua pada usia yang lebih matang tidak otomatis berarti membawa konsekuensi yang lebih buruk bagi anak.

Sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa anak dari ibu yang lebih tua cenderung memiliki hasil yang lebih baik dalam kemampuan matematika maupun penilaian perilaku.

 

Namun para peneliti menekankan bahwa temuan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh karakteristik orang tua, terutama tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi keluarga, bukan semata-mata usia ibu saat melahirkan.

Menjadi Orang Tua Datang Lebih Lambat

Kelahiran dari ibu berusia di atas 40 tahun masih merupakan sebagian kecil dari seluruh kelahiran di Amerika Serikat. Namun pertumbuhannya menunjukkan bahwa cara orang Amerika melewati berbagai tahap kehidupan terus berubah.

Jika bagi generasi sebelumnya menjadi orang tua adalah salah satu langkah awal memasuki masa dewasa, kini hal itu lebih sering datang setelah pendidikan selesai, karier terbentuk, dan kondisi keuangan dianggap cukup stabil.

Pada akhirnya, angka kelahiran ini bukan sekadar bercerita tentang usia seorang ibu. Ia juga menggambarkan bagaimana definisi "waktu yang tepat" untuk membangun keluarga terus bergeser dari satu generasi ke generasi berikutnya.



(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular