Negara Ini Isinya 72% Laki-laki, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Secara global, jumlah laki-laki dan perempuan sebenarnya nyaris seimbang.
Namun di Qatar, misalnya, sekitar 72% penduduk merupakan laki-laki. Artinya, hampir tiga dari setiap empat orang yang tinggal di negara itu berjenis kelamin laki-laki.
Selisih sebesar itu tentu tidak bisa dijelaskan hanya oleh faktor biologis. Di baliknya ada cerita yang lebih besar tentang migrasi, pasar tenaga kerja, dan bagaimana sebuah negara membangun ekonominya.
Negara yang Didominasi Penduduk Laki-laki
Data terbaru World Bank menunjukkan Qatar menjadi negara dengan proporsi penduduk laki-laki terbesar di dunia, disusul Uni Emirat Arab sebesar 64%. Berikutnya ada Maladewa, Oman, dan Bahrain yang masing-masing mencatat sekitar 62%.
Daftar tersebut didominasi negara-negara Teluk. Dari 15 negara teratas, tujuh berasal dari kawasan ini, termasuk Kuwait dan Arab Saudi yang sama-sama memiliki sekitar 61% penduduk laki-laki.
Selisih itu menjadikan mereka sebagai outlier dalam demografi global.
Bukan Dimulai dari Kelahiran
Banyak orang mungkin mengira penyebabnya karena lebih banyak bayi laki-laki lahir.
Memang benar, secara biologis rata-rata terdapat sekitar 105 bayi laki-laki untuk setiap 100 bayi perempuan, menurut rangkuman penelitian BBC dan Our World in Data.
Namun selisih itu terlalu kecil untuk menghasilkan komposisi seperti Qatar atau Uni Emirat Arab. Rasio kelahiran tidak mungkin membuat hampir tiga perempat penduduk suatu negara adalah laki-laki.
Yang Bertambah Bukan Bayi, Melainkan Pekerja
Jawabannya terletak pada migrasi tenaga kerja.
Selama bertahun-tahun, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, Kuwait, hingga Arab Saudi menjadi tujuan jutaan pekerja asing di sektor konstruksi, energi, infrastruktur, dan jasa. Mayoritas pekerja yang datang merupakan laki-laki usia produktif.
Akibatnya, perubahan komposisi penduduk berlangsung jauh lebih cepat dibanding perubahan alami akibat kelahiran.
Ketika Populasi Kecil, Dampaknya Lebih Terlihat
Besarnya perubahan juga dipengaruhi ukuran populasi.
Negara seperti Qatar dan Bahrain memiliki jumlah penduduk yang relatif kecil. Ketika ratusan ribu pekerja migran masuk dalam beberapa tahun, dampaknya langsung terlihat pada struktur penduduk nasional.
Di negara berpenduduk besar, perubahan sebesar itu biasanya tidak akan secepat atau setajam ini.
Angka yang Sama, Ceritanya Bisa Berbeda
Dominasi laki-laki tidak selalu lahir dari penyebab yang sama.
Bhutan, Malaysia, Maladewa, Equatorial Guinea, Palau, dan Seychelles juga masuk dalam daftar negara dengan proporsi laki-laki di atas rata-rata global. Namun pola yang membentuknya tidak selalu identik.
Di beberapa negara, migrasi menjadi faktor utama. Di tempat lain, struktur usia penduduk maupun karakteristik demografi ikut memengaruhi keseimbangan tersebut.
Itulah sebabnya angka yang terlihat serupa belum tentu menceritakan hal yang sama.
Â
(mae/mae) Addsource on Google